KRISTAInterFOOD 2026 Jadi Momentum Apkrindo Jatim Perkuat Jejaring Bisnis dan Digitalisasi Layanan

Reporter : AM Lukman J
Bendahara Apkrindo DPD Jawa Timur, Unggul Riady (tengah) saat pameran KRISTAInterFOOD 2026, Tangerang, Jumat (6/11/2026). Foto: Ist/Ayojatim

TANGERANG – Gelaran KRISTAInterFOOD 2026 menjadi momentum strategis bagi Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) DPD Jawa Timur untuk memperluas jejaring bisnis, membuka akses kemitraan, serta mendorong pengembangan industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B).

Keikutsertaan Apkrindo Jatim dalam pameran industri makanan dan minuman tersebut tidak sekadar menjadi ajang memperkenalkan organisasi, tetapi juga dimanfaatkan untuk menjajaki peluang kerja sama dengan berbagai vendor, supplier, hingga penyedia teknologi yang mendukung operasional bisnis kuliner.

Baca juga: Apkrindo Jatim Manfaatkan KRISTAInterFOOD 2026, Buka Akses Supplier dan Teknologi bagi Pengusaha Kuliner

Melalui KRISTAInterFOOD 2026, para pengusaha F&B Jawa Timur memiliki kesempatan untuk melihat langsung perkembangan produk, inovasi teknologi, serta solusi bisnis yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha.

Bendahara Apkrindo DPD Jawa Timur, Unggul Riady, mengatakan penguatan jaringan dan kemudahan akses informasi menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pengusaha kafe dan restoran di tengah persaingan industri yang semakin dinamis.

Karena itu, Apkrindo berupaya menghadirkan manfaat keanggotaan yang lebih luas, termasuk melalui pengembangan layanan berbasis digital.

Unggul mengungkapkan, Apkrindo Jatim tengah mempersiapkan peluncuran aplikasi keanggotaan untuk mempermudah proses pendaftaran sekaligus meningkatkan pelayanan organisasi.

Melalui aplikasi tersebut, calon anggota nantinya tidak perlu lagi menjalani proses administrasi secara manual. Mereka cukup memindai kode yang disediakan, mengisi data usaha, dan melengkapi persyaratan dasar, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB).

"Dalam waktu dekat kami akan meluncurkan aplikasi Apkrindo. Ini untuk memudahkan calon anggota yang ingin bergabung. Mereka cukup scan, kemudian memasukkan data-data dasar, minimal NIB. Setelah itu tinggal menunggu proses verifikasi," jelas Unggul.

Setelah data diperiksa dan dinyatakan memenuhi persyaratan, calon anggota dapat melanjutkan ke tahap pembayaran biaya keanggotaan.

Menurut Unggul, sistem tersebut diharapkan membuat administrasi organisasi lebih praktis sekaligus memastikan keanggotaan berasal dari pelaku usaha yang memiliki aktivitas bisnis.

Digitalisasi juga menjadi bagian dari upaya Apkrindo membangun ekosistem usaha yang lebih terintegrasi. Dengan demikian, komunikasi, penyampaian informasi, hingga pelayanan kepada anggota dapat berlangsung lebih efektif.

"Harapan kami, Apkrindo bisa menjadi rumah bagi seluruh pengusaha F&B, baik pemilik kafe maupun restoran. Dengan berada dalam satu wadah, informasi mengenai perizinan, kondisi ekonomi, sampai tren pasar akan lebih mudah diperoleh dan diakses," ujar Unggul.

Pasar F&B Indonesia Masih Menyimpan Peluang Besar

Sementara itu, Hamzah menilai penyelenggaraan KRISTAInterFOOD 2026 berlangsung di tengah prospek industri makanan dan minuman nasional yang masih menjanjikan.

Dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 280 juta jiwa, kebutuhan terhadap produk makanan dan minuman dinilai akan terus menciptakan pasar domestik yang besar.

Dia mengutip paparan Menteri Perindustrian dalam pembukaan KRISTAInterFOOD 2026 yang menyebut sektor makanan dan minuman memiliki kontribusi sekitar 41 persen terhadap PDB Indonesia.

Baca juga: ASENSI dan Kemendag Dorong Merek Lokal Tembus Pasar Lebih Luas Lewat Lisensi dan Waralaba

Menurut Hamzah, besarnya pasar domestik menjadi salah satu kekuatan utama industri F&B Indonesia. Potensi tersebut juga menjadi daya tarik bagi berbagai merek asing untuk masuk dan mengembangkan bisnis di Tanah Air.

"Bisnis F&B di Indonesia sebenarnya tidak akan habis. Setiap orang membutuhkan makan dan minum. Dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa, pasar dalam negeri saja sudah sangat besar. Itulah mengapa banyak brand luar negeri tertarik masuk dan mengambil pasar Indonesia," tuturnya.

Hamzah memperkirakan industri F&B masih memiliki ruang pertumbuhan pada 2027. Dia menyebut potensi pertumbuhan sektor tersebut berada di kisaran 9-11 persen. Angka ini merupakan perkiraan dan masih perlu dikonfirmasi berdasarkan data resmi.

Meski demikian, dia mengakui persaingan industri semakin dinamis. Setelah mengalami lonjakan pertumbuhan pascapandemi, industri F&B kini mulai memasuki fase yang lebih stabil.

Kondisi tersebut membuat pelaku usaha harus semakin adaptif dalam membaca tren pasar, mengembangkan produk, meningkatkan kualitas layanan, serta memanfaatkan teknologi untuk menjaga efisiensi dan daya saing.

KRISTAInterFOOD 2026 Jadi Panggung Promosi Kuliner Nusantara

Selain membuka peluang bisnis, KRISTAInterFOOD 2026 juga dinilai memiliki peran penting dalam mendorong promosi produk dan kuliner Indonesia ke pasar internasional.

Hamzah menyoroti pentingnya mengangkat kekayaan kuliner Nusantara agar tidak hanya menjadi tuan rumah di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di mancanegara.

Baca juga: Adu Kreativitas Meracik Gelato, Peserta Asia Berebut Tiket ke Italia

Indonesia memiliki beragam makanan khas yang berasal dari kekayaan suku dan budaya di berbagai daerah. Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, serta promosi yang berkelanjutan.

Tren kopi Indonesia yang semakin dikenal di luar negeri menjadi salah satu contoh bahwa produk lokal memiliki peluang untuk berkembang di pasar global.

Dia juga menilai kompetisi chef internasional dalam rangkaian KRISTAInterFOOD 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan masakan Nusantara kepada komunitas kuliner dunia.

"Jangan sampai justru makanan luar negeri yang semakin banyak masuk ke Indonesia. Kita juga harus unjuk gigi karena memiliki beragam suku, budaya, dan makanan khas daerah. Bagaimana kuliner Indonesia bisa dibawa ke mancanegara, itu yang harus terus kita dorong," tegasnya.

Hamzah berharap KRISTAInterFOOD tidak hanya menjadi ajang transaksi perdagangan dan promosi produk, tetapi juga menjadi ruang pertemuan bagi pelaku industri untuk membangun kolaborasi jangka panjang.

Melalui pameran tersebut, pengusaha F&B Jawa Timur diharapkan dapat memperluas akses terhadap vendor, supplier, teknologi, serta berbagai inovasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha.

Bagi Apkrindo Jatim, momentum KRISTAInterFOOD 2026 sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat organisasi dan membangun ekosistem bisnis kuliner yang semakin kompetitif, terintegrasi, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Editor : Amal Jaelani

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru