SURABAYA, AYOJATIM.COM – Penggunaan gadget pada balita menjadi salah satu tantangan orang tua di tengah kehidupan digital.
Smartphone kerap digunakan untuk membuat anak tenang atau mengisi waktu luang, tetapi durasi dan pola penggunaannya perlu mendapat perhatian.
Baca juga: 7 Keunggulan Infinix Hot 50 Pro, Smartphone Kelas Menengah dengan Fitur Premium dan Harga Kompetitif
Edukasi mengenai penggunaan gadget pada balita tersebut dibahas dalam kegiatan yang digelar Rumah Broadcast Indonesia (RBI) bertajuk “Gadget di Tangan Balita, Solusi Praktis atau Boom Waktu?”, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh para orang tua siswa Rumah Broadcast Public Speaking (RBPS) tersebut secara khusus menghadirkan psikolog, Mira Dian H., S.Psi, CPS, CCLS.
Pada sesi tersebut, para orang tua diajak untuk berdiskusi mengenai kebiasaan anak menggunakan gadget maupun perangkat digital lainnya, termasuk membahas bagaimana dampaknya terhadap pola interaksi dan proses tumbuh kembang anak berikutnya.
Kepada para orang tua Mira Dian mengingatkan agar penggunaan gadget pada anak usia balita sebisa mungkin dihindarkan. Karena menurutnya, walaupun secara praktis perangkat digital dapat menjadi solusi ketika orang tua membutuhkan waktu sejenak untuk menyelesaikan aktivitas, namun gadget tidak seharusnya menggantikan komunikasi dan interaksi langsung antara orang tua dengan anak.
“Kalau bisa, penggunaan gadget pada anak dihindarkan. Jangan sampai gadget menjadi pengganti interaksi orang tua dengan anak,” ungkap Mira Dian.
Ia menambahkan bahwa, interaksi langsung menjadi bagian penting dalam keseharian anak. Melalui aktivitas bermain, berbicara, membaca buku, maupun berinteraksi dengan lingkungan, anak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan sosialnya.
Salah satu hal yang turut menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut adalah keterlambatan bicara atau speech delay pada anak.
Hal tersebut menurutnya, salah satunya disebabkan oleh minimnya interaksi langsung. Hal tersebut perlu diperhatikan ketika orang tua mengamati perkembangan kemampuan komunikasi anak. Karena itu, menurutnya para orang tua perlu memperhatikan perkembangan anak secara menyeluruh dan tidak menjadikan gawai sebagai aktivitas utama.
Jika Harus Pakai Gadget, Batasi Waktunya
Dalam kondisi tertentu, penggunaan gadget mungkin tidak sepenuhnya dapat dihindari. Karena itu, orang tua perlu membuat batasan yang jelas, termasuk mengenai durasi dan konten yang diberikan kepada anak.
Dalam edukasi tersebut, orang tua disarankan membatasi penggunaan gadget sekitar satu jam dalam sehari. Anak juga tetap perlu didampingi agar orang tua mengetahui jenis tontonan atau aktivitas digital yang diakses.
Pendampingan menjadi bagian penting karena penggunaan gadget bukan hanya berkaitan dengan berapa lama anak berada di depan layar, tetapi juga apa yang dilakukan selama menggunakan perangkat tersebut.
Orang tua dapat mengimbangi waktu layar dengan aktivitas lain yang lebih banyak melibatkan gerak dan interaksi langsung.
Anak dapat diajak bermain, menggambar, membaca buku, beraktivitas di luar rumah, berbicara dengan anggota keluarga, hingga melakukan permainan sederhana yang sesuai dengan usianya.
Gadget Bukan Musuh, tetapi Perlu Dikendalikan
Perkembangan teknologi membuat gadget sulit dipisahkan sepenuhnya dari kehidupan keluarga. Karena itu, pendekatan yang disampaikan dalam kegiatan RBI bukan sekadar menempatkan gadget sebagai “musuh” bagi anak. Tapi, bagaimana gadget tetap dapat digunakan dalam kondisi tertentu, tetapi orang tua perlu menjadi pihak yang menentukan batas penggunaannya.
"Pesannya sederhana, jika balita memang harus menggunakan gadget, batasi sekitar satu jam sehari dan tetap lakukan pendampingan," tambah Mira Dian.
Kegiatan edukasi RBI tersebut menjadi ruang bagi para orang tua untuk berbagi pengalaman sekaligus memahami tantangan pengasuhan anak di tengah perkembangan teknologi digital.
"Selebihnya, anak perlu memiliki ruang untuk bermain, bergerak, berbicara, bereksplorasi, serta berinteraksi secara langsung dengan orang tua dan lingkungan sekitarnya," pungkasnya.
Melalui kegiatan semacam ini, orang tua diharapkan semakin memahami pentingnya mengatur waktu penggunaan gadget sekaligus memberikan stimulasi dan interaksi yang sesuai bagi tumbuh kembang anak.
Editor : Amal Jaelani