SURABAYA – Diskursus mengenai teknologi masa depan tidak lagi didominasi oleh pakar Barat. Dr. Harliantara, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo (Fikom Unitomo) Surabaya, baru saja membuktikan bahwa pemikiran dari sudut kota Surabaya mampu memengaruhi arah literatur di tanah Eurasia. Risetnya mengenai adaptasi AI pada industri radio kini resmi menghiasi rak buku di Turki.
Gagasan segar Harliantara tertuang dalam bab khusus buku referensi internasional berjudul 'Yapay Zekâ Çalışmaları' (Kajian Kecerdasan Buatan).
Baca juga: Jeje FM Surabaya Bertahan di Era Digital, Andalkan Program Hits dan Inovasi Platform
Karya yang aslinya berbahasa Inggris tersebut diterjemahkan ke dalam Bahasa Turki dengan judul “Geleceğin Radyo Yayinlarinin Yaraticiliği Ve Yeniliği İçin Yapay Zekâ Firsatlari”. Proses alih bahasa ini digarap langsung oleh koleganya di İnönü University, Assoc. Prof. Bahar Öztürk.
Langkah itu menunjukkan bahwa isu AI dalam industri radio yang ditawarkan Harliantara memiliki relevansi tinggi bagi perkembangan media di sana.
Buku ini sendiri disunting oleh Prof. Dr. Filiz Aydoğan Boschele dan diluncurkan oleh penerbit Telos Yayıncılık yang berbasis di Istanbul.
Baca juga: Anak Muda Surabaya Tinggalkan Radio? Ini Fakta Sebenarnya
Harliantara mengaku tidak menyangka kolaborasi risetnya tentang Radio AI bakal melangkah sejauh ini. Baginya, pencapaian tersebut menjadi validasi bahwa akademisi Indonesia punya taji di kancah global.
"Ini kehormatan besar. Artikel saya mengenai peluang AI dalam radio masa depan ternyata mendapat tempat di sana. Publikasi ini jadi bukti nyata bahwa pemikiran akademik kita bisa beresonansi dan disambut hangat oleh komunitas global," tutur Harliantara penuh syukur.
Kehadiran tulisan ini di Turki bukan sekadar menambah daftar panjang portofolionya. Harliantara memandang keberhasilan ini sebagai sebuah 'penaklukan intelektual'.
Baca juga: Fikom Unitomo Sukses Gelar Swarabaya Fest 2026 di Gedung Barat Balai Pemuda
Ia berharap, peta jalan yang ia tawarkan mengenai kreativitas dan inovasi radio di tengah gempuran AI bisa menjadi jembatan ilmu bagi mahasiswa maupun praktisi komunikasi di Indonesia dan Turki.
Terbitnya buku ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa riset lokal hanya berakhir di laci kampus.
Lewat tangan dingin Harliantara, gagasan komunikasi dari Indonesia kini punya suara di kancah internasional, membuktikan bahwa inovasi tidak mengenal batas geografis maupun bahasa.
Editor : Alim Perdana