SIDOARJO - Upaya memperkuat akuisisi pasar terus dilakukan Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan menggarap potensi ekonomi di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan signifikan.
Hal tersebut disampaikan Muhammad Abduh Dzulkarnaen, Business Development islamic Eco system Regional Surabaya, Bali & NTT yang menyebutkan bahwa Sidoarjo menjadi salah satu daerah strategis dalam pengembangan ekosistem keuangan syariah.
Baca juga: HBS Fakultas Keislaman UTM Gelar Kuliah Praktisi, Kupas Jaminan dalam Turats Fikih Klasik Nusantara
Tingginya aktivitas ekonomi dan pertumbuhan sektor usaha dinilai menjadi peluang besar untuk meningkatkan penetrasi layanan perbankan berbasis syariah.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari strategi BSI dalam memperluas jangkauan layanan sekaligus memperkuat posisi di pasar Jawa Timur.
Baca juga: Ilmu, Harta, dan Niat, Refleksi Hadis tentang Orientasi Hidup di Tengah Budaya Materialisme
"Fokus diarahkan pada wilayah dengan dinamika ekonomi yang terus berkembang, termasuk kawasan penyangga Surabaya seperti Sidoarjo," terangya saat acara sosialisasi dengan Qris untuk transaksi digital kepada para pedagang pasar Larangan, Sidoarjo, Selasa (31/3/2026).
Sebagai bentuk realisasi strategi tersebut, BSI resmi membuka outlet baru, yakni BSI KCP Sidoarjo Larangan. Kehadiran kantor cabang pembantu ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat terhadap berbagai layanan perbankan syariah, mulai dari produk pembiayaan, tabungan, hingga layanan keuangan lainnya.
Baca juga: Sepuluh Hari Terakhir Ramadlan, Spirit Lailatul Qadar dan Kebangkitan Ekonomi Syariah
Ekspansi jaringan ini juga menjadi bagian dari upaya BSI dalam meningkatkan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Selain itu, kehadiran outlet baru diharapkan mampu mendorong inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya.
BSI optimistis, dengan strategi ekspansi yang terarah, perusahaan dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu lembaga keuangan syariah terdepan di Indonesia, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan ekonomi berbasis syariah di tingkat daerah.
Editor : Amal Jaelani