Korban Longsor Blitar Belum Ditemukan, Pencarian Diperpanjang 2 Hari

Reporter : Alim Perdana
Pencarian satu korban longsor di Dusun Sukorejo, Desa Bumirejo, Kecamatan Kesamben, Blitar telah memasuki hari ketujuh, Sabtu (06/07). Foto/Basarnas Surabaya

BLITAR - Pencarian satu korban longsor di Dusun Sukorejo, Desa Bumirejo, Kecamatan Kesamben, Blitar telah memasuki hari ketujuh, Sabtu (06/07).

Hingga sore hari, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan korban atas nama Gunawan (45).

Baca juga: Korban Terakhir Longsor Blitar Ditemukan dalam Keadaan Meninggal Dunia

Setelah dilakukan evaluasi operasi SAR dan koordinasi, operasi pencarian ini akan diperpanjang hingga Senin (08/07).

“Hasil koordinasi dengan BPBD Kabupaten Blitar dan unsur SAR gabungan lainnya, disepakati bahwa operasi SAR akan diperpanjang selama 2 hari,” jelas Muhamad Hariyadi, S.Sos., Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR ini.

Sementara itu, Yhoni Fariza selaku Komandan Tim SAR dari Pos SAR Trenggalek memaparkan bahwa pencarian korban longsor Blitar selama dua hari terakhir tidak dapat dilakukan dengan maksimal akibat cuaca hujan.

Tidak hanya itu, medan di area pencarian juga menjadi kendala dalam pencarian ini, seperti adanya retakan baru di sepanjang jalur material lumpur yang dapat membahayakan tim SAR Gabungan.

“Struktur tanah di bukit yang longsor berupa tanah gembur tanpa ada batuan besar sama sekali sehingga struktur tanah mudah sekali untuk bergerak,” terang Yhoni melalui siara tertulis yang diterima AyoJatim.com

Pada area pencarian, terdapat sumber mata air yang terletak di tengah material longsor. Aliran air yang mengalir dari mata air tersebut tidak dapat direlokasi alirannya.

Baca juga: Uji Tuntas, Rescuer SAR Surabaya Siap Hadapi Tantangan

“Aliran air tersebut dikhawatirkan akan membuat jenuh tanah dan melahirkan longsor susulan,” imbuh Yhoni.

Upaya pencarian dilakukan dengan bantuan alat berat ekskavator dan pemantauan udara dengan menggunakan Drone.

Upaya pencarian hari ketujuh, dilakukan dengan memperluas wilayah area pencarian dengan membagi tim SAR gabungan menjadi 3 Search dan Rescue Unit (SRU).

Adapun unsur SAR yang terlibat dalam pencarian ini antara lain tim rescue Pos SAR Trenggalek, BPBD Kabupaten Blitar, BPBD Jatim, Polsek Kesamben, KODIM, Yonif 511, RESOB, PMI, Tagana, SAR Kanjuruhan, Banser, Damkar, Orari, RAPI, SAR MTA, Trenggana, LMI, Jaladri, Lintamal, Mapala, Dinas Sosial, PLN, JSC, MDMC, RSI, serta masyarakat sekitar.

Baca juga: Kantor SAR Surabaya Peringati 96 Tahun Sumpah Pemuda

Sebelumnya, Basarnas Surabaya mengirimkan tim rescue Pos SAR Trenggalek untuk lakukan pencarian korban tertimbun longsor di Dusun Sukorejo, Desa Bumirejo, Kecamatan Kesamben, Blitar pada Minggu (30/06) malam.

Dengan membawa peralatan ekstrikasi, enam personil berangkat ke lokasi kejadian. Bencana alam longsor ini menimpa empat orang korban.

Seorang korban atas nama Anto (23) ditemukan selamat sedangkan dua lainnya ditemukan tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia Minggu (30/06) sekitar pukul 23.35 WIB.

Dua korban meninggal dunia ditemukan dalam kondisi tertimbun longsor langsung dievakuasi ke Puskesmas Kesamben atas nama Jarianto (62) dan Mugiono (69).

Editor : Alim Perdana

Wisata dan Kuliner
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru