ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

11 Tahun Malang Autism Center, Perluas Layanan dan Buka Akses Terapi bagi Anak Autisme

avatar AM Lukman J
  • URL berhasil dicopy
Founder Malang Autism Center, Mohammad Cahyadi. Foto: Patrick/RLD
Founder Malang Autism Center, Mohammad Cahyadi. Foto: Patrick/RLD

MALANG – Memasuki usia ke-11 pada Oktober 2026, Malang Autism Center (MAC) terus memperkuat komitmennya dalam memberikan layanan terapi dan pendampingan bagi anak dengan autisme.

Tidak hanya mengembangkan fasilitas, MAC juga memperluas program sosial untuk membantu keluarga dengan keterbatasan ekonomi serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap penyandang disabilitas.

Hal tersebut disampaikan Founder Malang Autism Center, Mohammad Cahyadi, di Omah Terapi Autis, Jl. Neptunus No. 4B, Tata Surya, Tlogomas, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, dalam rangka perjalanan 11 tahun MAC, Jumat, (30/10/2026).

Cahyadi juga menyampaikan bahwa saat ini MAC bukan sekadar fokus pada pengembangan fasilitas dan layanan terapi, tetapi juga bagaimana lembaga tersebut dapat memberikan manfaat lebih luas bagi anak dan keluarga.

“Memasuki usia ke-11, kami ingin Malang Autism Center tidak hanya berkembang dari sisi fasilitas dan layanan terapi, tetapi juga semakin luas memberikan manfaat bagi anak dengan autisme, keluarga, dan masyarakat,” ungkap Cahyadi.

Menurutnya, setiap anak memiliki potensi dan kebutuhan yang berbeda sehingga membutuhkan pendampingan sesuai kemampuan dan tahap perkembangannya.

“Bagi kami, setiap anak memiliki potensi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pendampingan harus dilakukan sesuai kemampuan dan perkembangan masing-masing anak. Melalui program Omah Terapi Autis (OTA), kami ingin membantu keluarga dengan keterbatasan ekonomi agar tetap memiliki kesempatan mendapatkan layanan terapi,” jelasnya.

Didirikan pada Oktober 2015 di Kabupaten Malang, MAC merupakan pusat layanan terapi perilaku berbasis Applied Behavior Analysis (ABA). Pendekatan ini digunakan untuk mendukung proses belajar, pengembangan keterampilan, dan kemandirian anak sesuai potensi masing-masing.

Mengusung tema “11 Tahun Bertumbuh, Berbagi, dan Terus Memberi Arti”, MAC kini mengembangkan fasilitas pelayanan dari satu gedung menjadi empat lokasi pengembangan.

Setelah membangun gedung kedua pada 2025, MAC merencanakan pembangunan gedung ketiga di kawasan Manggar, Kecamatan Dau, serta gedung keempat di Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Pengembangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelayanan sekaligus memperluas akses terapi bagi anak dengan autisme.

Program OTA Bantu Keluarga Kurang Mampu

Salah satu bentuk kepedulian MAC diwujudkan melalui program Omah Terapi Autis (OTA). Program ini menyediakan layanan terapi bagi anak dengan autisme dari keluarga kurang mampu dengan sistem pembayaran sesuai kemampuan ekonomi.

Sejak awal pelaksanaan, program OTA berkembang dari dua anak menjadi 10 anak penerima layanan. Jangkauannya juga diperluas melalui OTA Neptunus pada 2022 dan OTA Bululawang pada 2024.

Salah satu orang tua anak, Uswatun Hasanah, asal Bulu Lawang, Malang, menyampaikan bahwa kondisi anaknya berangsur baik setelah menjalani terapi di MAC. Kebetulan lokasi rumahnya juga dekat dari rumah, sekitar 15 menit perjalanan, sehingga tidak terlalu menyulitkannya karena ia juga memiliki bayi.

“Alhamdulillah, setelah menjalani terapi selama tiga bulan, sudah terlihat perkembangannya. Awalnya anak saya sangat aktif, sulit diarahkan, dan tidak mau diajari. Sekarang sudah mulai lebih tenang, lebih mudah diatur, dan mau mengikuti arahan. Kalau dipanggil juga sudah mulai merespons," ungkap Uswatun, Jumat (30/10/2026).

Ia bercerita dulu, ketika masih di PAUD, anaknya berbeda dengan teman-temannya. Dia cenderung asyik sendiri, sulit diarahkan, dan kontak matanya juga kurang fokus. Akhirnya ia memeriksakan ke rumah sakit dan mendapatkan penjelasan mengenai kondisinya.

"Saya mengetahui tempat terapi ini dari teman yang anaknya juga menjalani terapi di sini. Saya berharap anak saya bisa mengalami perkembangan yang lebih baik," harapnya.

Untuk biaya terapi, menurut saya masih terjangkau bagi keluarga seperti kami. Biayanya sekitar Rp150 ribu per tahun. Suami saya bekerja sebagai pedagang, sedangkan saya ibu rumah tangga. Jadi, adanya layanan terapi dengan biaya terjangkau ini sangat membantu kami sebagai orang tua.”

Selain layanan terapi, MAC juga berkolaborasi dengan Posyandu Disabilitas Kelurahan Penanggungan untuk mengidentifikasi dan mendata masyarakat penyandang disabilitas yang membutuhkan fisioterapi.

Masyarakat yang membutuhkan layanan tersebut dapat memperoleh tindak lanjut melalui Klinik Patria, klinik fisioterapi milik MAC.

Program Nasi Berkah, Wujud Kepedulian kepada Masyarakat

MAC juga menjalankan program Nasi Berkah sebagai bagian dari kegiatan sosial. Dimulai secara rutin setiap Jumat pada 2023, program tersebut berkembang menjadi kegiatan harian sejak 2025.

Tidak sekadar berbagi makanan, Nasi Berkah juga menjadi sarana pembelajaran praktis bagi anak dengan autisme. Melalui aktivitas terstruktur dan pendampingan, anak dapat belajar tanggung jawab, keterampilan praktis, serta membangun kemandirian sesuai kemampuannya.

Cahyadi berharap, ke depan MAC dapat memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan pelayanan.

“Kami berharap keberadaan MAC dapat memberikan dampak yang lebih luas, sekaligus membangun kepedulian masyarakat terhadap anak dengan autisme dan penyandang disabilitas,” ujarnya.

Sebelas tahun perjalanan MAC menjadi momentum untuk terus memperluas akses layanan, memperkuat kepedulian sosial, serta membuka kesempatan bagi setiap anak dengan autisme untuk tumbuh dan mengembangkan potensinya.

“Ke depan, kami ingin memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, komunitas, tenaga profesional, dan berbagai pihak agar semakin banyak anak mendapatkan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan mencapai kemandirian,” pungkasnya.

Editor :