SURABAYA - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) SAINTEK Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mulai merancang gerakan mahasiswa yang menghubungkan ideologi Marhaenisme dengan perkembangan sains dan teknologi. Kepengurusan komisariat yang terbentuk pada 3 Oktober 2026 itu resmi dilantik pada 17 Oktober 2026 di Gedung Kadin Jawa Timur.
Pelantikan dipimpin Ketua DPC GMNI Surabaya Raya, Ni Kadek Ayu Wardani. Setelah prosesi pelantikan, pengurus melanjutkan kegiatan dengan rapat kerja untuk merumuskan program dan menentukan prioritas organisasi.
La Nyalla Mattalitti hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut. Ia memberikan arahan mengenai pentingnya menjaga idealisme, menerapkan etika dalam berpolitik, serta mempertahankan keberanian untuk menyuarakan kebenaran.
Ketua DPK GMNI SAINTEK UNESA, Zakky Firmansyah, menyampaikan bahwa komisariat tersebut ingin membangun pola kaderisasi yang tidak hanya bertumpu pada pemahaman ideologi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan penguasaan ilmu pengetahuan.
Menurut Zakky, kompetensi mahasiswa di bidang sains dan teknologi perlu diarahkan agar memiliki manfaat sosial. Ilmu pengetahuan diharapkan menjadi bekal kader dalam membaca persoalan masyarakat dan merumuskan langkah penyelesaian yang berpihak pada rakyat.
“Untuk itu, kami membawa visi mewujudkan DPK GMNI SAINTEK UNESA sebagai ruang kaderisasi Marhaenis yang progresif, kritis, dan berintegritas, dengan mengintegrasikan ideologi, intelektualitas, dan penguasaan ilmu pengetahuan alam serta teknologi sebagai alat perjuangan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat,” ujar Zakky.
La Nyalla Ingatkan Pentingnya Idealisme Mahasiswa
Dalam arahannya, La Nyalla meminta kader GMNI tetap mengambil peran kritis dalam mengawal persoalan kebangsaan. Ia menilai mahasiswa perlu menjaga jarak dari praktik politik yang mengabaikan etika dan kepentingan masyarakat.
Salah satu isu yang ia soroti ialah perubahan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. La Nyalla mendorong mahasiswa agar terus mengangkat persoalan konstitusi dalam ruang diskusi maupun gerakan organisasi.
“Jangan lupa untuk terus lantang bersuara tentang perubahan UUD 1945. Sebagaimana yang saya sampaikan, perubahan tersebut telah mencapai 97 persen dari yang semestinya. Ini menjadi hal yang perlu terus dikritisi dan diperjuangkan,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa keterlibatan dalam politik harus tetap berlandaskan etika. Bagi mahasiswa, idealisme dan kejernihan dalam melihat persoalan dinilai penting agar perjuangan tidak terseret kepentingan yang bertentangan dengan nilai-nilai kerakyatan.
“Sebisa mungkin berpolitiklah dengan etika, sesuai dengan norma dan hakikat kepentingan rakyat. Kita ini mahasiswa, yang seharusnya masih menjaga idealisme dan kejernihan dalam melihat persoalan politik. Jangan sampai kita ikut mengotori tangan dengan praktik-praktik politik yang kotor,” tegasnya.
La Nyalla turut mengajak para kader untuk tidak meremehkan upaya kecil dalam memperjuangkan kebenaran. Ia menilai perubahan dapat berawal dari diskusi sederhana, selama gagasan yang diperjuangkan memiliki dasar dan tujuan yang jelas.
“Terus perjuangkan nilai-nilai kebenaran, sekecil apa pun itu, bahkan jika hanya dalam forum-forum kecil. Tidak ada sesuatu yang sia-sia, sekecil apa pun langkah yang kita lakukan. Perubahan selalu dimulai dari hal-hal kecil,” ujarnya.
Tujuh Bidang Kerja Disiapkan
Untuk memperjelas arah gerak organisasi, DPK GMNI SAINTEK UNESA menetapkan tujuh bidang kerja, yakni Kaderisasi dan Ideologi; Riset, Sains, dan Teknologi; Politik; Media, Agitasi dan Propaganda; Kewirausahaan; Kesarinahan; serta Keorganisasian.
Dalam rapat kerja, masing-masing bidang memaparkan rancangan program sebagai dasar pelaksanaan kegiatan komisariat. Struktur tersebut diharapkan membantu organisasi menjalankan kaderisasi secara terarah, mengembangkan kapasitas intelektual mahasiswa, sekaligus memperluas keterlibatan kader dalam persoalan sosial.
Bidang Riset, Sains, dan Teknologi menjadi salah satu unsur yang menonjol karena berkaitan langsung dengan karakter akademik mahasiswa SAINTEK. Melalui bidang tersebut, organisasi diharapkan mampu menghubungkan pengetahuan ilmiah dengan kebutuhan masyarakat serta menjadikan teknologi sebagai sarana pendukung perjuangan sosial.
Sementara itu, bidang lain diarahkan untuk menopang penguatan ideologi, pendidikan politik, komunikasi organisasi, pengembangan kewirausahaan, dan tata kelola internal. Keseluruhan bidang tersebut menjadi kerangka kerja bagi pengurus dalam menerjemahkan visi komisariat ke dalam kegiatan nyata.
DPK GMNI SAINTEK UNESA sebelumnya resmi terbentuk melalui Musyawarah Komisariat pada 3 Oktober 2026 di Gedung Dewan Kesenian Surabaya. Dengan pelantikan dan penyusunan program kerja, komisariat kini memulai tahapan konsolidasi untuk membangun kader Marhaenis yang kritis, progresif, dan berintegritas.
Ke depan, pelaksanaan program akan menjadi ujian bagi pengurus untuk memastikan integrasi ideologi, intelektualitas, sains, dan teknologi tidak berhenti sebagai gagasan.
Organisasi diharapkan mampu menghadirkan kerja nyata yang relevan dengan persoalan masyarakat dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Editor : Alim Perdana