ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

Atasi Area Blank Spot, PNM Buka Ruang Pintar di Pelosok Pacitan

avatar Alim Perdana
  • URL berhasil dicopy
PNM mengubah lumbung desa mangkrak di Pacitan menjadi Ruang Pintar Al Madani untuk mendukung literasi anak di wilayah minim sinyal internet. Foto/PNM
PNM mengubah lumbung desa mangkrak di Pacitan menjadi Ruang Pintar Al Madani untuk mendukung literasi anak di wilayah minim sinyal internet. Foto/PNM

PACITAN, AYOJATIM.COM - Keterbatasan jaringan internet dan fasilitas belajar di wilayah pelosok kini tak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak di Desa Tumpuk, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Bangunan lumbung desa yang lama terbengkalai di kawasan berbukit itu kini bertransformasi menjadi Ruang Pintar Al Madani, sebuah pusat kegiatan belajar dan literasi komunitas.

Inisiatif PT Permodalan Nasional Madani (PNM) ini membuka akses pendidikan bagi 22 anak desa setempat yang selama ini kesulitan mendapatkan sarana belajar layak akibat kendala geografis dan minimnya sinyal komunikasi (blank spot).

Pimpinan Cabang PNM Wonogiri, Setia Budi, menyatakan alih fungsi aset desa yang mangkrak menjadi sarana publik terbukti memberi manfaat nyata bagi masyarakat pedesaan. Program tanggung jawab sosial ini dirancang beriringan dengan pemberdayaan ekonomi keluarga.

"Manfaat pemberdayaan harus dirasakan secara utuh oleh keluarga nasabah. Ketika orang tua memperoleh akses pembiayaan usaha, anak-anak mereka juga mendapatkan ruang belajar yang layak," kata Setia Budi dalam keterangannya.

Kegiatan harian di Ruang Pintar Al Madani menggunakan kurikulum terstruktur yang memfokuskan pada literasi, kreativitas, dan keterampilan dasar. Sebanyak delapan anak yang terdaftar di fasilitas belajar ini merupakan putra-putri dari nasabah aktif PNM Mekaar.

Aktivitas belajar dipandu dua pendamping lokal, Naning Tri Widayanti dan Mila Daruwati. Kehadiran pendamping dari warga sekitar memastikan pendekatan pembelajaran berlangsung ramah anak dan relevan dengan kebutuhan setempat.

Kepala Desa Tumpuk, Harjianto, menyambut positif hadirnya ruang baca dan belajar fisik tersebut. Menurutnya, keberadaan fasilitas belajar jarak dekat menjadi solusi konkret di tengah hambatan akses informasi digital yang dialami warganya.

Model pendaurulangan aset tak terpakai menjadi infrastruktur sosial ini menjadi wujud intervensi keberlanjutan BUMN. Langkah tersebut sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam penyediaan pendidikan berkualitas dan pengurangan ketimpangan di daerah terpencil.

Editor :