ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

Dari Masjid Al Akbar Surabaya, Khofifah Bersama Syeikh Afeefuddin dan Ribuan Jamaah Gaungkan Perdamaian Dunia kepada PBB

avatar Diday Rosadi
  • URL berhasil dicopy
Aila, cucu Khofifah ikut menghadiri peringatan Harlah Muslimat NU ke -80 di Masjid Al Akbar Surabaya bersama Syeikh Al Sayid Afeefuddin Al-Jailani. foto: KIP for ayojatim.
Aila, cucu Khofifah ikut menghadiri peringatan Harlah Muslimat NU ke -80 di Masjid Al Akbar Surabaya bersama Syeikh Al Sayid Afeefuddin Al-Jailani. foto: KIP for ayojatim.

SURABAYA – Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU sekaligus Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperingati Harlah ke-80 Muslimat NU dan Haul Ulama Serta Pejuang Perempuan Pimpinan Wilayah Muslimat NU Jawa Timur yang dihadiri ulama dan tokoh sufi dunia Al Sheikh Al Sayid Afeefuddin Al-Jailani dan lebih lima belas ribu  jemaah di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Minggu (17/5/2026).

Peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU tahun ini berlangsung khidmat sekaligus sarat pesan perdamaian dunia.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah pembacaan Surat Pernyataan dan Imbauan Perdamaian Dunia dari Muslimat NU kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dibacakan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Khofifah mengatakan, tema besar yang diusung dalam Harlah ke-80 Muslimat NU kali ini adalah membangun perdamaian dunia melalui peran perempuan, keagamaan, dan nilai-nilai kemanusiaan.

"Jadi, sebetulnya kalau Harlah Muslimat ini pesannya adalah membangun perdamaian dunia. Ini tidak hanya dibacakan di sini saja, tapi juga di semua Harlah di seluruh Indonesia. Nantinya, seruan perdamaian ini akan kita sampaikan langsung kepada Sekjen PBB," ujarnya.

Menurut Khofifah, surat seruan perdamaian tersebut sebelumnya telah dikirimkan secara daring kepada PBB.

Namun, melalui Ketua PP Muslimat NU yang juga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, penyampaian resmi akan dikoordinasikan bersama Kementerian Luar Negeri sebelum diserahkan langsung kepada Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres.

"Intinya, pesan perdamaian Muslimat NU kepada PBB adalah hentikan perang, bangun kesejukan dan kedamaian. Mudah-mudahan ini akan membawa dampak nyata ke depannya," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan rasa syukur atas kehadiran ulama dan tokoh sufi dunia, Al Sheikh Al Sayid Afeefuddin Al-Jailani, yang hadir bersama keluarga dalam rangkaian Harlah Muslimat NU ke-80 di Jawa Timur.

Khofifah menjelaskan, kehadiran keturunan ke-19 Syekh Abdul Qadir Al-Jailani kali ini spesial karena beliau hadir bersama  istrinya Sayyidah Suhaila, dan kedua anaknya Sayyidah Aisha dan Sayyid Abdurrahman.

"Kalau beliau masuk surganya Allah, mudah-mudahan kita bisa berseiring bersama beliau. Dan ini luar biasa, kali ini istri dan putra beliau juga rawuh.  Tidak ada daun pohon manapun yang jatuh tanpa izin Allah. Maka atas izin Allah   beliau hadir di majelis yang mulia ini ," ungkapnya.

"Maka, mudah-mudahan karomahnya Syeikh Abdul Abdul Qadir Al-Jailani turun kepada kita semua. Berkah insya Allah," tuturnya menambahkan.

Selain dihadiri jamaah dari berbagai daerah di Jawa Timur, kegiatan tersebut juga dihadiri Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat NU dari sejumlah negara seperti Malaysiadan  Jepang.

Khofifah pun mengapresiasi semangat kemandirian dan militansi para anggota Muslimat NU yang hadir secara mandiri dari berbagai daerah, termasuk wilayah kepulauan.

"Untuk itu, saya memberikan apresiasi dan terima kasih. Ada yang dari Kangean, jalan lautnya berapa jam ke sini. Ada juga yang dari Sepudi, semuanya bayar sendiri-sendiri. Inilah kemandirian yang dibangun di lingkungan muslimat. Alhamdulillah, luar biasa," ucap Khofifah.

Khofifah menilai, Muslimat NU selama ini konsisten menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah melalui penguatan silaturahmi, dzikir, doa bersama, serta pendidikan karakter di tengah masyarakat.

Sementara itu, Syeikh Afeefuddin menyampaikan rasa syukurnya dapat hadir dalam Harlah ke-80 Muslimat NU.

Ia menilai, Muslimat NU memiliki peran besar dalam menjaga nilai-nilai keislaman, membentuk akhlak dan adab generasi muda, serta membangun keluarga yang kuat.

"Saya setiap kali hadir di sini, hadir di negara ini, negara yang penuh dengan damai dan aman, khususnya Jawa Timur ini, selalu ada berita yang datang dari tempat-tempat yang terjauh. Mereka datang untuk mengharapkan berkah. Mereka datang untuk mendapatkan mahabbah. Semoga majelis ini selalu diberkahi oleh Allah SWT, sehingga mereka dipermudah di dalam urusan-urusannya. Dan harlah Muslimat yang ke-80 ini semoga tidak hanya usianya 80, tetapi akan ditambah ratusan tahun ke depan," harapnya.

Dalam Mau'idhoh Hasanah yang diberikannya, Syeikh Afeefuddin mengingatkan anggota Muslimat NU untuk menjaga generasi penerus dari pengaruh negatif perkembangan teknologi.

Pasalnya, penggunaan gawai yang salah dapat membuat orang tua maupun anak lalai terhadap tanggung jawab spiritual dan sosialnya.

"Pertanyaannya adalah, apakah kita termasuk golongan orang yang berdzikir banyak, atau bermain hp yang banyak? Maka kalau kita termasuk orang yang bermain hp yang banyak, sungguh musibah sedang menimpa kita. Kita memohon kepada Allah untuk diselamatkan dari musibah tersebut," ucapnya.

"Maka kewajiban kita sebagai orang tua yaitu mendidik generasi muda anak-anak kita. Sehingga ketika kita mendidik mereka dengan benar, mereka akan menjadi da'i-da'i, pengajar-pengajar, tidak hanya dengan lisan, tetapi dengan akhlak dan budi pekertinya," pungkas Syeikh Afeefuddin.

Rangkaian Harlah ke-80 Muslimat NU berlangsung khidmat dengan pembacaan sholawat, Surat Yasin, tahlil, pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surat Al Hasyr, serta Sholawat Badar bersama ribuan jemaah yang memenuhi kawasan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. 

Editor :