ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

Tanggapan atas Pidato Presiden: Ning Lia Apresiasi Kinerja MA, Komeng Optimis Sosok Mas Dar Bawa Program MBG Lebih Bagus

avatar Diday Rosadi
  • URL berhasil dicopy
Ning Lia bersama Komeng saat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. foto: dok.B59.
Ning Lia bersama Komeng saat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. foto: dok.B59.

JAKARTA – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, dan Anggota DPD RI Alfiansyah Bustami alias Komeng memberikan tanggapan atas pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).

Keduanya menyoroti aspek berbeda dari pidato Presiden Prabowo. Lia memberikan apresiasi terhadap capaian Mahkamah Agung (MA) dalam mempercepat penyelesaian perkara, sementara Komeng menanggapi program pemerintah, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Lia Istifhama menilai capaian MA dalam menyelesaikan perkara menjadi langkah positif untuk memperkuat kepastian hukum dan akses keadilan bagi masyarakat.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa MA menangani 38.148 perkara, dengan 37.973 perkara telah diputus. Produktivitas penyelesaian perkara tersebut mencapai 99,54 persen.

Selain itu, sebanyak 35.728 perkara atau 96,74 persen berhasil diselesaikan pada tahap minutasi dalam waktu kurang dari tiga bulan.

Menurut Ning Lia, capaian tersebut patut diapresiasi karena kecepatan penyelesaian perkara memiliki hubungan erat dengan kepastian hukum yang diterima masyarakat.

“Seperti yang disampaikan Presiden, apresiasi terhadap lembaga peradilan, khususnya Mahkamah Agung, patut diberikan karena penyelesaian perkara yang cepat merupakan bagian dari upaya menciptakan keadilan. Sebab, ketika perkara terlalu lama diselesaikan, ketidakadilan juga berpotensi diperpanjang,” ujar Ning Lia.

Meski demikian, senator asal Jawa Timur itu mengingatkan agar kecepatan penyelesaian perkara tidak mengesampingkan kualitas putusan.

Menurutnya, proses peradilan tetap harus mengedepankan ketelitian, independensi, transparansi, serta prinsip keadilan.

“Yang kami harapkan juga kecepatan penyelesaian perkara harus tetap dibarengi dengan ketelitian, independensi, dan keberpihakan pada nilai-nilai keadilan,” tegasnya.

Ning Lia menilai angka produktivitas MA tidak seharusnya hanya menjadi capaian administratif lembaga.

Yang jauh lebih penting, kata dia, adalah bagaimana capaian tersebut benar-benar dirasakan masyarakat melalui pelayanan peradilan yang semakin mudah, cepat, transparan, dan adil.

 “Angka 99,54 persen tentu merupakan capaian yang patut diapresiasi. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat merasakan dampaknya," tegas Ning Lia.

Sementara itu, Anggota DPD RI Alfiansyah Bustami alias Komeng memberikan tanggapan berbeda terhadap pidato Presiden Prabowo.

Komeng menilai sejumlah program pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), pada dasarnya memiliki tujuan yang baik.

Namun, ia menyoroti persoalan implementasi program di lapangan.

“Sebenarnya semua program presiden itu bagus cuma yang kerjanya aja pada kagak bener,” kata Komeng berseloroh di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan.

Komeng juga berharap pelaksanaan MBG ke depan semakin baik. Ia turut menyinggung sosok Sudaryono yang kini memimpin Badan Gizi Nasional (BGN).

“Makanya mudah-mudahan yang sekarang, Mas Dar ya? Mudah-mudahan bagus. Karena memang MBG bagus. Kopdes juga bagus, apalagi Komeng,” tutur Komeng.

Editor :