SURABAYA - Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya) memeriahkan hari buku nasional dengan melukis karakter fiksi di sampul buku.
Kegiatan yang memamerkan 15 karya lukisan ini berkolaborasi dengan Direktorat Perpustakaan Ubaya dan berlangsung di Lantai 2 Perpustakaan Kampus Ubaya Tenggilis pada Jumat (15/05/2026).
Karakter-karakter yang dilukis antara lain Harry Potter sebagai tokoh utama di novel hits karya J. K. Rowling, Rishe sebagai tokoh utama di novel 7th Time Loop, Sherlock Holmes dari novel karya Arthur Conan Doyle, Lady Justice sebagai personifikasi keadilan dari mitologi Yunani, dan beberapa tokoh fiksi, seperti Mulan, Alucard, dan Rapunzel.
Disamping itu, terdapat beberapa tokoh komik, seperti Kita Ikuyo, Joker, Yin Nezha, Giorno Giovanna, Shinobu Kocho, Harley Quinn, Gojo Satoru, dan Senku Ishigami.
Buku yang digunakan sebagai media lukis merupakan arsip Perpustakaan Ubaya yang sudah melewati masa pakai.
Untuk menjaga kondisi fisiknya, sampul buku dilapisi dengan kertas lukis terlebih dahulu. Sampul buku kemudian dilukis di kelas mata kuliah Colored Drawing dengan durasi sekitar empat jam.
Sementara itu, Ketua Program Studi DKV Ubaya, Hedi Amelia Bella Cintya, M.Ds. menyebut kegiatan ini menjadi bentuk nyata intervensi ilmu desain terhadap budaya literasi.
Momentum ini turut menjadi pemantik agar para mahasiswa tertarik mengeksplorasi buku sebagai sumber inspirasi karya yang diciptakan.
“Mahasiswa kami kali ini berhasil menangkap subteks dari penulis dan mewujudkannya dalam tarikan garis dan warna yang menarik. Ini merupakan salah satu latihan visual storytelling yang menjadi ciri khas Prodi DKV Ubaya,” ujar Bella.
Direktur Perpustakaan Ubaya, Kristina, S.Sos., M.IP. mengapresiasi kolaborasi berbagai elemen civitas academica Ubaya dalam memeriahkan Hari Buku Nasional tahun ini.
Lebih khusus, Ia berharap kolaborasi ini dapat menggaungkan urgensi membaca buku di tengah gempuran teknologi yang semakin maju.
“Selain menggali pengetahuan, membaca buku juga tidak kalah menyenangkan dibanding menggunakan gadget. Kita dapat berimajinasi dan memvisualisasikan apa yang disampaikan penulis serta memperkaya kosakata yang dapat kita gunakan dalam berbagai aspek kehidupan,” jelas Kristina.
Selain pameran lukisan, Perpustakaan Ubaya turut melakukan berbagai kegiatan dalam rangkaian “Ubaya Library Literacy Fest”.
Kegiatan tersebut antara lain bazar buku murah, pameran foto dan arsip museum, seminar, bedah buku, dan sosialisasi kearsipan. Ubaya Library Literacy Fest diadakan dari tanggal 13-22 Mei 2026.
Editor : Alim Perdana