SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas pelaksanaan Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Upacara itu menghadirkan inovasi melalui Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) gabungan murid SD, SMP, dan SMA serta penampilan murid Sekolah Rakyat (SR) yang mampu berpidato dalam lima bahasa.
Upacara Hardiknas tahun ini mencatatkan sejarah baru, di mana untuk pertama kalinya di Indonesia, pengibar bendera pada upacara tingkat provinsi melibatkan siswa lintas jenjang, bahkan dipimpin oleh komandan barisan dari siswa sekolah dasar (SD).
“Ini luar biasa. Baru pertama kali di Indonesia, Paskibra tingkat provinsi melibatkan siswa SD, SMP, dan SMA secara terintegrasi. Bahkan komandan barisannya dari siswa SD. Ini menunjukkan kualitas dan kepercayaan diri anak-anak kita sangat luar biasa,” ujar Khofifah.
Menurutnya, kualitas fisik para siswa juga menunjukkan perkembangan positif.
Ia menyoroti bahwa tinggi badan siswa SD yang terlibat bahkan sudah setara dengan siswa SMP dan SMA, yang menjadi indikator penting peningkatan kualitas gizi anak.
“Kalau kita lihat, siswa SD kita sudah setinggi siswa SMP dan SMA. Ini menunjukkan bahwa asupan gizi anak-anak kita sudah semakin baik. Ini adalah investasi besar bagi masa depan generasi kita,” tegasnya.
Selain itu, Gubernur Khofifah juga mengaku terharu menyaksikan penampilan lima murid Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 Mojokerto yang membacakan pidato dalam lima bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Inggris, Jepang, Jerman, dan Arab.
Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan di Jawa Timur terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat global.
"Dari anak-anak di sekolah rakyat ini mampu menyampaikan pidato dalam lima bahasa, Jerman, Jepang, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan tentunya Bahasa Indonesia, ini luar biasa," pungkasnya.
Editor : Diday Rosadi