LAMONGAN, AYOJATIM.COM - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) Kabupaten Lamongan periode 2026–2031 resmi dilantik di Pendopo Lokatantra, Sabtu (1/8/2026). Kepengurusan baru itu membawa misi besar, yakni menjaga sekaligus mengembangkan adat, budaya, seni, dan kearifan lokal agar tetap hidup di tengah masyarakat.
Pelantikan dihadiri Ketua DPP MATRA Koordinator Wilayah Jawa, jajaran DPW MATRA Jawa Timur, Bupati Lamongan, Forkopimda, pimpinan lintas agama, kepala OPD, camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pengurus MATRA dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Ketua DPD MATRA Lamongan, KRTH. Sumbodo Kusumo Citraningrat, menegaskan pelantikan bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi titik awal penguatan organisasi untuk menjalankan berbagai program pelestarian budaya.
"Pengurus DPD MATRA Lamongan berkomitmen melestarikan dan memajukan adat, budaya, seni, serta tatanan kehidupan masyarakat agar tetap terjaga. Setelah pelantikan, kami segera melakukan konsolidasi organisasi dan menyusun program kerja jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang, termasuk memperkenalkan MATRA kepada masyarakat luas," kata Sumbodo.
Menurutnya, MATRA ingin menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat, pegiat budaya, dan pemerintah dalam menjaga identitas budaya Lamongan agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Suasana pelantikan semakin khidmat saat digelar prosesi penyatuan tanah dan air dari 27 kecamatan di Kabupaten Lamongan. Tanah dan air itu kemudian ditanam di halaman Pendopo Lokatantra sebagai simbol persatuan seluruh wilayah dalam menjaga warisan budaya dan membangun Lamongan bersama.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan MATRA untuk memberikan penghargaan kepada 41 juru kunci makam leluhur. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka menjaga situs-situs bersejarah sekaligus merawat tradisi yang diwariskan turun-temurun.
Ke depan, MATRA juga akan mendata dan meregistrasi para juru kunci makam sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan sejarah lokal dan memperkuat pelestarian warisan budaya.
Selain prosesi budaya, pelantikan menghadirkan tiga tumpeng dengan komposisi berunsur angka sembilan yang melambangkan persatuan, kekuatan, dan semangat kebersamaan dalam menjaga budaya Lamongan.
Dalam kesempatan yang sama, MATRA meluncurkan buku hasil penelitian bertajuk Busana Khas Lamongan (BKL). Buku itu diserahkan kepada Bupati Lamongan, DPW MATRA Jawa Timur, DPD MATRA Lamongan, dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan sebagai referensi pengembangan budaya daerah.
Sumbodo berharap buku tersebut dapat menjadi pemantik lahirnya kajian-kajian budaya lainnya sehingga kekayaan tradisi Lamongan semakin terdokumentasi dan dikenal oleh generasi muda.
Rangkaian pelantikan ditutup dengan doa lintas agama sebagai simbol persaudaraan dan persatuan. Sumbodo menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan, seluruh pengurus MATRA, serta semua pihak yang telah mendukung suksesnya pelantikan.
"Pelestarian budaya tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar warisan leluhur tetap terjaga dan menjadi kebanggaan bersama," tutupnya.
Editor : Alim Perdana