ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

Wacana Pilkades E-voting, Senator Lia Istifhama : Digitalisasi Adalah Sebuah Keniscayaan

avatar Diday Rosadi
  • URL berhasil dicopy
Dr. Lia Istifhama, M.E.I, Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur. foto: dok.B59.
Dr. Lia Istifhama, M.E.I, Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur. foto: dok.B59.

JAKARTA - Tahun ini sejumlah kabupaten di Indonesia akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak. Di Jawa Timur, Pilkades Serentak terdekat akan digelar di Kabupaten Sidoarjo.

Pada bulan Mei ada 80 desa yang akan melaksanakan Pilkades Serentak di wilayah penyangga Kota Surabaya tersebut.

Terkait menguatnya wacana Pilkades serentak dengan sistem digital atau electronic voting (E-Voting), Senator Lia Istifhama menilai digitalisasi saat ini adalah sebuah keniscayaan.

Menurut politisi yang akrab disapa Ning Lia tersebut, saat ini digitalisasi sudah mengisi seluruh lini kehidupan.

"Saat ini, mulai transaksi pembayaran di kaki 5 sampai restoran sudah memakai pembayaran digital. Parkir pun sudah pakai sistem digital. Karena itu digitalisasi adalah sebuah keniscayaan. Tentunya termasuk dalam Pilkades Serentak," kata keponakan Gubernur Khofifah itu, Sabtu (4/4/2026).

Anggota Komite 3 DPD RI ini mengatakan saat ini hampir semua orang juga menggunakan gadget atau gawai. Bahkan banyak diantaranya yang menggunakan dua hp sekaligus.

Maraknya penggunaan hp saat ini sudah merupakan sebuah kebutuhan, baik untuk bekerja mau pun bersosialisasi. Hal itu didukung dengan semakin luasnya jaringan wifi dan terjangkaunya paket data untuk mengakses internet.

"Bisa dibilang saat ini informasi sudah dalam genggaman. Sebab hampir semua orang menggunakan hp atau gadget," terang Lia.

Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) itu mengungkapkan, tentang wacana Pilkades E-Voting menurutnya sangat mungkin dilaksanakan di Kabupaten Sidoarjo. Apalagi di desa yang tergolong urban atau kawasan perkotaan.

Namun Lia berpesan Pilkades dengan sistem E-Voting harus dikembalikan pada tipologi masyarakat setempat. Termasuk faktor kesiapan, baik secara usia mau pun pengenalan terhadap gadget.

"Harapan saya untuk tahap awal, sebaiknya hybrid. Bagi desa yang siap untuk E-Voting silahkan menjalankan sistem tersebut, bagi yang belum siap, bisa tetap sistem manual. Jadi tidak sepenuhnya e-voting, sambil evaluasi implementasi dari Pilkades E-Voting," urai Lia.

Terpisah, Konsultan IT dari Bentang Inspirasi Teknologi, Aganda Armen menyebut untuk Pilkades di Kabupaten Sidoarjo sangat relevan menggunakan sistem E-Voting. Sebab, Sidoarjo tergolong metropolis sehingga desanya pun tergolong wilayah urban.

Ia mengungkapkan ada sejumlah keunggulan pilkades dilaksanakan secara digital atau e-vote. Diantaranya menghemat biaya APBD yang saat ini sedang efisiensi anggaran. Selain itu e-vote mudah diaplikasikan oleh seluruh kalangan dan segala umur.

Ganda mengaku pihaknya punya pengalaman dalam pelaksanaan E-Voting pada Pilkades tahun 2025 di Kabupaten Indramayu dan kabupaten Karawang. Kedua Pilkades dengan sistem E-Voting tersebut berjalan sukses.

"Bulan Mei nanti, Kabupaten Sidoarjo akan menggelar Pilkades di 80 desa. Saya kira ini momentum bagus untuk mengaplikasikan Pilkades dengan sistem E-Voting," pungkasnya.

Editor :