JAKARTA – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) resmi memperkenalkan standar baru dalam keamanan telekomunikasi di Indonesia. Melalui teknologi registrasi biometrik wajah dan eSIM, perusahaan telekomunikasi ini berupaya memutus rantai penyalahgunaan identitas dan memberikan proteksi lebih bagi data pribadi pelanggan.
Langkah ini menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan kemampuan liveness detection. Sistem ini mampu memastikan bahwa orang yang melakukan registrasi adalah pemilik identitas asli, bukan sekadar foto statis atau upaya manipulasi lainnya.
Direktur & Chief Regulatory XLSMART, Merza Fachys, menyatakan bahwa langkah ini merupakan respons perusahaan terhadap maraknya potensi kejahatan siber.
"Validasi ini terhubung langsung ke database Dukcapil. Kami ingin memastikan setiap identitas pelanggan valid sehingga mereka terlindungi dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab," ujar Merza.
Teknologi ini diklaim mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan penipuan (fraud management) hingga 30%. Selain itu, akurasi sistem pengenalan wajah yang digunakan mencapai angka 99%, sesuai standar global NIST.
Keunggulan lain dari sistem biometrik ini adalah kecepatan. Jika sebelumnya proses registrasi manual memakan waktu hingga 7 menit, kini pelanggan hanya butuh waktu kurang dari 1 menit untuk mengaktifkan kartu mereka.
Terkait isu sensitif penyimpanan data, XLSMART menerapkan prinsip data minimization. "Data biometrik tidak disimpan oleh kami. Informasi tersebut langsung diteruskan ke sistem Dukcapil untuk validasi dan segera dihapus setelah proses selesai," jelas pihak XLSMART.
Hingga Maret 2026, XLSMART telah menyiapkan 143 titik layanan fisik di seluruh Indonesia, termasuk di XL Center dan Galeri Smartfren.
Wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi seperti Jabodetabek, Jawa Timur, dan Sumatera menjadi prioritas utama penempatan layanan ini.
Selain gerai fisik, masyarakat juga bisa melakukan registrasi mandiri secara digital melalui:
1. Aplikasi: myXL, AXISNET, dan mySF.
2. Website Resmi: Situs registrasi XL, AXIS, dan Smartfren.
Bersamaan dengan penguatan keamanan ini, adopsi eSIM XLSMART juga menunjukkan tren positif dengan jumlah pengguna menembus 1,6 juta orang.
Integrasi biometrik pada eSIM diharapkan semakin mempermudah pelanggan mendapatkan akses konektivitas yang aman tanpa perlu kartu fisik
Editor : Alim Perdana