ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

Kesalahan, Penyesalan, dan Jalan Pulang kepada Tuhan

avatar ayojatim.com
  • URL berhasil dicopy
Ilustrasi orang berzikir di masjid. Foto: Canva/ilustrasi Ayojatim
Ilustrasi orang berzikir di masjid. Foto: Canva/ilustrasi Ayojatim

Disclaimer :

Tulisan ini tentu bukan untuk membenarkan setiap kesalahan yang telah saya lakukan dan telah terjadi. Tapi tulisan ini menjadi sebuah kontemplasi diri, bahwa semua bisa melakukan kesalahan, dan ujian terberat lita adalah mengakui kesalahan dan memperbaikinya.

Dalam hidup, manusia tidak pernah benar-benar steril dari kesalahan. Setiap orang berjalan di atas jalan yang sama: penuh godaan, ujian, dan pilihan. Kadang kita merasa kuat, tetapi dalam satu momen lengah, kita bisa tergelincir ke jurang kesalahan.

Bagaimana Seseorang Bisa Tergelincir?

Dalam panduan Islam, tergelincirnya seseorang ke dalam dosa bukan terjadi secara tiba-tiba. Biasanya ada proses yang pelan namun pasti.

Pertama, lemahnya iman dan lalainya hati. Ketika hati jarang disiram zikir, salat ditunda, dan Al-Qur’an jarang dibaca, maka hati menjadi keras.

Dalam Al-Qur’an, menggambarkan bahwa hati yang lalai akan mudah dipengaruhi hawa nafsu.

Kedua, mengikuti hawa nafsu.
Nafsu tidak selalu datang dalam bentuk yang besar. Ia sering hadir lewat pembenaran kecil: “Tidak apa-apa sekali ini saja.” Dari yang kecil itulah dosa menjadi kebiasaan.

Ketiga, lingkungan yang buruk.
Pergaulan sangat menentukan arah hidup seseorang.

Rasulullah Muhammad mengingatkan bahwa teman yang buruk seperti pandai besi, bisa membuat pakaian kita terbakar atau minimal berbau asap. Artinya, lingkungan punya pengaruh kuat dalam membentuk perilaku.

Keempat, menunda taubat.
Banyak orang sadar dirinya salah, tetapi menunda untuk kembali. Padahal dosa yang dibiarkan menumpuk akan menggelapkan hati dan membuat kesalahan terasa biasa.

Bagaimana Islam Mengajarkan Menyikapinya?

Islam tidak hanya menjelaskan sebab manusia jatuh, tetapi juga menunjukkan jalan bangkit.

1. Sadar dan mengakui kesalahan (muhasabah).
Langkah pertama adalah jujur pada diri sendiri. Kesalahan yang diakui lebih mudah diperbaiki daripada kesalahan yang dibenarkan.

2. Segera bertaubat.
Allah Maha Pengampun. Dalam ajaran Islam, taubat memiliki tiga syarat utama: menyesal, berhenti dari dosa, dan bertekad tidak mengulanginya. Jika berkaitan dengan hak orang lain, maka harus disertai dengan meminta maaf atau mengembalikan hak tersebut.

3. Perbanyak amal saleh.
Islam mengajarkan bahwa kebaikan dapat menghapus keburukan. Salat, sedekah, puasa, dan amal lainnya menjadi sarana membersihkan jiwa.

4. Perbaiki lingkungan dan kebiasaan.
Ganti lingkar pergaulan, atur ulang rutinitas, dan isi waktu dengan hal-hal yang mendekatkan diri kepada Allah.

5. Jangan berputus asa.
Putus asa adalah jebakan kedua setelah dosa. Islam menegaskan bahwa rahmat Allah lebih luas daripada kesalahan manusia. Selama nyawa masih di badan, pintu taubat selalu terbuka.

Tergelincir adalah bagian dari kemanusiaan. Namun, terus berada di jurang adalah pilihan. Islam memandang manusia bukan dari seberapa sering ia jatuh, tetapi seberapa cepat ia bangkit dan kembali kepada Tuhannya.

Karena pada akhirnya, bukan kesalahan yang menghancurkan seseorang, melainkan keengganannya untuk kembali.

Editor :