SURABAYA – Ratusan alumni program Indian Technical and Economic Cooperation (ITEC) dari Jawa Timur dan Jawa Tengah berkumpul di SPIN International School, Sabtu (14/2/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus berbagi pengalaman mengikuti program beasiswa penuh yang difasilitasi Pemerintah India melalui Kedutaan Besar India untuk Indonesia.
Kegiatan tersebut dihadiri para profesional berusia 24 hingga 45 tahun yang pernah mengikuti pelatihan di berbagai institusi ternama di India. Tercatat, ada sekitar 180 universitas dan lembaga pelatihan di India yang menjadi mitra program ini.
Dalam forum tersebut, para alumni saling bertukar cerita mengenai pengalaman belajar selama 6 hari hingga 6 minggu di India. Mereka mengikuti pelatihan intensif di berbagai bidang, mulai dari manajemen, teknologi informasi, telekomunikasi, energi terbarukan, bahasa Inggris, audit, perbankan, hingga bidang teknis lainnya.
Program ITEC sendiri merupakan inisiatif kerja sama teknis dan bantuan bilateral unggulan dari Kementerian Luar Negeri Pemerintah India yang telah berdiri sejak 15 September 1964. Hingga kini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 158 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Karibia.
ITEC bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, melalui transfer keahlian teknis, pengalaman kebijakan, serta teknologi. Selain itu, program ini juga membangun jejaring profesional lintas negara dan memperkuat kolaborasi internasional.
Konsul Kehormatan India untuk Jawa Timur dan Jawa Tengah, Manoj Bhat, menyampaikan bahwa setiap tahun terdapat ratusan kandidat dari Indonesia yang mendaftar.
“Untuk wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah, tahun ini ada sekitar 40 peserta yang berangkat. Secara nasional, target 2026 diharapkan bisa mencapai 150 peserta,” ujarnya.
Menurutnya, peluang ini terbuka luas bagi aparatur sipil negara (ASN), pegawai sektor publik, akademisi, hingga profesional sektor swasta yang telah memiliki pengalaman kerja. Batas usia peserta berkisar 24 hingga 45 tahun.
Program ITEC menyediakan fasilitas beasiswa penuh (full scholarship) yang didanai Pemerintah India. Pembiayaan tersebut mencakup biaya pelatihan, tiket pesawat pulang-pergi, akomodasi, uang saku, hingga kegiatan studi banding.
Manoj juga mendorong pemerintah kabupaten/kota maupun pemerintah provinsi di Jawa Timur dan Jawa Tengah untuk memanfaatkan peluang ini sebagai bagian dari strategi peningkatan kompetensi pegawai.
“Ini kesempatan besar untuk upgrade kapasitas SDM. Pemerintah daerah bisa mengirimkan ASN potensial agar memiliki wawasan global dan keahlian teknis yang relevan,” katanya.
Melalui pertemuan alumni di Surabaya ini, diharapkan jejaring profesional yang telah terbangun dapat semakin solid serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia dan kerja sama internasional Indonesia–India.
Editor : Amal Jaelani