SURABAYA - Puasa adalah momen yang dinanti-nanti oleh banyak orang, namun tidak jarang juga menimbulkan berbagai gejala fisik yang tidak nyaman, seperti rasa lelah, mual, dan ngantuk.
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya), dr. Risma Ikawaty, Ph.D., menjelaskan alasan di balik gejala-gejala ini dan memberikan beberapa tips untuk mengatasinya.
Berikut adalah ulasan lengkapnya.
1. Pahami Proses Adaptasi Tubuh
Saat berpuasa, tubuh manusia mengalami perubahan signifikan dalam pola makan dan tidur. Dr. Risma menjelaskan bahwa tubuh harus beradaptasi dengan tidak adanya asupan makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam. Hal ini dapat menyebabkan rasa lelah dan ngantuk.
Tips:
- Atur Pola Makan: Pastikan untuk mengonsumsi makanan bergizi saat sahur dan berbuka. Pilih makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks, protein, dan serat untuk memberikan energi yang tahan lama.
- Jaga Kualitas Tidur: Usahakan untuk tidur lebih awal agar waktu tidur malam tidak berkurang terlalu banyak. Tidur yang cukup akan membantu tubuh beradaptasi dengan lebih baik.
2. Perhatikan Kadar Gula Darah
Rasa pusing yang sering dialami saat puasa bisa disebabkan oleh penurunan kadar gula darah atau hipoglikemia. Ketika tubuh kekurangan glukosa dan cairan, otak tidak mendapatkan cukup energi untuk berfungsi dengan optimal.
Tips:
- Konsumsi Makanan Sehat Saat Sahur: Pilih makanan yang dapat menjaga kadar gula darah tetap stabil, seperti oatmeal, buah-buahan, dan sayuran. Hindari makanan manis yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat diikuti dengan penurunan yang drastis.
- Hidrasi yang Cukup: Pastikan untuk minum cukup air saat berbuka dan sahur untuk menghindari dehidrasi. Dehidrasi dapat memperburuk rasa pusing dan lemas.
3. Atasi Rasa Mual
Rasa mual yang sering dialami pada minggu pertama puasa adalah hal yang wajar. Dr. Risma menjelaskan bahwa stres fisik dan mental dapat memperparah rasa mual, terutama jika lambung kosong dalam jangka waktu yang lama.
Tips:
- Makan Secara Bertahap: Saat berbuka, mulailah dengan makanan ringan seperti kurma atau air hangat sebelum beralih ke makanan berat. Ini dapat membantu lambung beradaptasi setelah berpuasa.
- Hindari Makanan Berat dan Pedas: Makanan yang terlalu berat atau pedas dapat memperburuk rasa mual. Pilihlah makanan yang lebih ringan dan mudah dicerna.
4. Kelola Stres dan Aktivitas Fisik
Stres fisik dan mental dapat mempengaruhi kesehatan selama puasa. Oleh karena itu, penting untuk mengelola stres dan tidak terlalu memaksakan diri.
Tips:
- Luangkan Waktu untuk Relaksasi: Cobalah teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga untuk mengurangi stres.
- Sesuaikan Aktivitas Fisik:Jika memungkinkan, kurangi intensitas aktivitas fisik selama bulan puasa. Pilih waktu yang tepat untuk berolahraga, seperti setelah berbuka puasa.
Puasa adalah waktu yang baik untuk merenung dan memperbaiki pola hidup, namun gejala seperti lelah, mual, dan ngantuk bisa menjadi tantangan.
Dengan memahami proses adaptasi tubuh dan menerapkan tips yang diberikan oleh dr. Risma Ikawaty, Anda dapat menjalani puasa dengan lebih nyaman dan sehat.
Selamat berpuasa!
Editor : Alim Perdana