Kuliner Nusantara Naik Kelas, Chef dan Mahasiswa Pamerkan Kreasi di KRISTA InterFOOD 2026

Reporter : AM Lukman J
Chef dan Mahasiswa Pamerkan Kreasi di KRISTA InterFOOD 2026. Foto: Ist/Ayojatim

TANGERANG– Kekayaan kuliner tradisional Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang melalui inovasi pengolahan dan penyajian. Perpaduan resep warisan daerah dengan teknik memasak modern menjadi salah satu cara memperkenalkan gastronomi Nusantara kepada generasi baru hingga pasar internasional.

Kreativitas tersebut ditampilkan dalam La Cuisine Culinary Competition yang menjadi bagian dari pameran KRISTA InterFOOD 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Banten.

Baca juga: Pecinta Pedas Wajib Tahu! Truck Bolosego Hadir Empat Hari di Surabaya

Sejumlah peserta menghadirkan interpretasi baru terhadap masakan khas Indonesia. Salah satunya Naufal Putra, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta, yang mengembangkan menu nasi liwet ikan arsik dengan sentuhan olahan terong ungu.

Naufal mengolah terong melalui teknik khusus agar tidak menguasai rasa utama hidangan. Terong diiris tipis dan ditata berlapis sebelum diisi adonan. Selanjutnya, adonan dikukus selama 15 hingga 20 menit, menyesuaikan ukuran porsi, untuk menghasilkan tekstur lembut menyerupai puding.

Untuk memperkuat cita rasa, hidangan tersebut dilengkapi saus arsik yang telah melalui proses reduksi serta tambahan krim. Kombinasi tersebut menghadirkan pengalaman rasa dan tekstur yang berbeda dari penyajian nasi liwet pada umumnya.

Eksplorasi kuliner tradisional juga dilakukan Muhammad Dika Ferdiansyah (27), chef Hotel Santika Premiere Slipi Jakarta. Dalam kompetisi tersebut, ia memilih ikan kakap merah asam padeh sebagai representasi kuliner Sumatera Barat.

Baca juga: Prodi Ilmu Politik UNESA Gelar PKM Literasi Digital Keluarga untuk Tangkal Hoaks dan Polarisasi Sosial

Melalui teknik penyajian modern, Dika berupaya memberikan tampilan baru pada masakan khas Minang. Ia juga mengolah karakter aromatik bumbu agar menghasilkan sensasi lebih segar ketika disantap.

Meski menghadirkan pembaruan dari sisi teknik dan presentasi, Dika tetap mempertahankan kekuatan rempah sebagai karakter utama masakan tradisional. Baginya, inovasi kuliner tidak seharusnya menghilangkan identitas rasa yang telah melekat pada hidangan daerah.

Kedua kreasi tersebut menunjukkan bahwa modernisasi kuliner tidak selalu berarti mengubah resep secara mendasar. Pengembangan teknik pengolahan, pemilihan komposisi bahan, serta penyajian dapat menjadi pendekatan untuk meningkatkan daya tarik masakan tradisional tanpa kehilangan akar budayanya.

Baca juga: Sosok Chef Freddie Salim dan Perjalanan Membawa Cita Rasa Asia ke Level Premium Bersama Aussie Beef & Lamb

Melalui La Cuisine Culinary Competition, KRISTA InterFOOD 2026 memberikan ruang bagi chef profesional, mahasiswa, dan pelaku industri untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengeksplorasi potensi bahan pangan lokal.

Pameran yang diselenggarakan Krista Exhibitions pada 4–7 November 2026 tersebut menjadi wadah pertemuan pelaku industri makanan dan minuman, profesional, serta komunitas kuliner.

Kehadiran berbagai inovasi gastronomi diharapkan turut memperkuat posisi kuliner Indonesia sebagai bagian dari kekayaan budaya yang memiliki potensi bersaing di tingkat global.

Editor : Amal Jaelani

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru