SURABAYA – Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya bersama Dinas Pendidikan Kota Surabaya melatih 40 guru sekolah dasar (SD) dalam bidang coding dan kecerdasan artifisial (AI), Selasa–Rabu (27–28/10/2026).
Pelatihan yang berlangsung di Laboratorium Computer Based Test (CBT), Gedung Pascasarjana Untag Surabaya, tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran.
Baca juga: Terjun ke Industri Media, Mahasiswi Ini Rasakan Cepatnya Ritme Kerja Penyiaran
Pada hari pertama, peserta mempelajari dasar-dasar pemrograman, computational thinking, algoritma, serta penggunaan Scratch untuk membuat permainan edukatif sederhana.
Hari kedua dilanjutkan dengan pemanfaatan AI untuk mengembangkan materi ajar dan menyusun rubrik penilaian.
Dekan FTEIC Untag Surabaya, Ir. Aris Heri Andriawan, S.T., M.T., mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari implementasi kerja sama perguruan tinggi dengan pemerintah daerah melalui program pengabdian kepada masyarakat.
“Keahlian yang kami miliki di bidang elektro, informatika, sistem dan teknologi informasi, hingga robotika dan kecerdasan artifisial bukan hanya untuk kepentingan kami sendiri, tetapi juga perlu dibagikan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Tri Endang Kustianingsih, M.Pd., mengapresiasi kolaborasi tersebut.
Baca juga: Jangan Sampai Ketinggalan! Kisah Inspiratif Mahasiswa Surabaya Ini Wajib Dibaca!
Menurutnya, pemahaman tentang coding dan AI perlu dikembangkan agar guru mampu mengikuti perkembangan teknologi pendidikan.
“Usia tidak menjadi ukuran seseorang berhenti belajar. Berapa pun usia kita, proses belajar harus terus berjalan mengikuti perkembangan zaman,” tuturnya.
Materi coding disampaikan Ketua Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi Untag Surabaya, Ardy Januantoro, S.Kom., M.MT. Peserta mempraktikkan penggunaan Scratch untuk mengenalkan logika pemrograman melalui aktivitas yang menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhan siswa SD.
Baca juga: SCWI Ajak Anak Muda Berantas Korupsi
Sementara itu, materi AI disampaikan Ketua Program Studi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (AIRO) FTEIC Untag Surabaya, Dimas Aditya Putra Wardhana, S.ST., M.Tr.T. Sesi ini membahas pemanfaatan AI dalam pengembangan bahan ajar, aktivitas pembelajaran, dan penyusunan rubrik penilaian.
Penggunaan AI juga diarahkan agar tetap memperhatikan akurasi informasi, etika, serta perlindungan data. Teknologi tersebut diposisikan sebagai alat bantu guru, bukan pengganti pertimbangan profesional pendidik.
Melalui pelatihan ini, FTEIC Untag Surabaya dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya berharap guru semakin siap menghadirkan pembelajaran yang kreatif, relevan, dan bertanggung jawab di era digital.
Editor : Amal Jaelani