Para Santri Kyai Mudrikah Pamekasan Rayakan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Reporter : AM Lukman J
Para Santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kyai Mudrikah saat gelar upacara bendera peringati Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/2026). Foto: Dok-Istimewa

PAMEKASAN – Memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Kyai Mudrikah, Kembang Kuning, Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menggelar upacara bendera dan permainan edukatif bagi para santri, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran untuk mengenalkan nilai-nilai Pancasila melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan santri di lingkungan pesantren.

Baca juga: GP Ansor Kota Surabaya Gelar Apel Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober dan Doa Bersama di Taman Apsari

Peringatan diawali dengan Upacara Bendera 1 Oktober. Setelah itu, para santri mengikuti game bertema Kesaktian Pancasila yang dikemas secara edukatif dan melibatkan interaksi antarpeserta.

Melalui permainan tersebut, santri diajak belajar tentang kerja sama, komunikasi, kepemimpinan, tanggung jawab, sportivitas, serta menghargai perbedaan.

Nilai-nilai tersebut dinilai memiliki keterkaitan dengan kehidupan pendidikan pesantren. Sikap saling menghormati, bekerja sama, bermusyawarah, dan menjaga kebersamaan menjadi bagian dari pembiasaan santri dalam kehidupan sehari-hari.

Konsep pembelajaran dalam kegiatan tersebut juga dikaitkan dengan tujuh pilar utama dan dua pilar penopang Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK).

Baca juga: Menikmati Merdu Lantunan Ayat Suci Quran Saat Puluhan Santri Kyai Mudrikah Kembang Kuning Setor Hafalan

Pilar-pilar tersebut menjadi bagian dari kerangka pendidikan yang mengembangkan kemampuan akademik, spiritualitas, bahasa, kreativitas, pengalaman, dan riset.

Penerapan nilai tersebut diarahkan untuk membentuk santri yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berkarakter, komunikatif, kreatif, mandiri, mampu bekerja sama, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pancasila tidak hanya dikenalkan sebagai lima sila yang harus dihafalkan. Nilai-nilainya diterapkan melalui aktivitas bersama, mulai dari bekerja sama, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, hingga menghormati sesama.

Baca juga: Hari Santri Nasional 2025, Ketua DPD Nasdem Surabaya Ajak Para Santri Kawal Indonesia

Upacara bendera menjadi bagian untuk membangun kesadaran santri terhadap sejarah dan simbol kebangsaan. Sementara permainan edukatif memberikan pengalaman langsung dalam menerapkan nilai kebersamaan.

MTs dan MA Kyai Mudrikah Kembang Kuning memandang pendidikan kebangsaan dan pendidikan keislaman dapat berjalan beriringan. Nilai spiritualitas menjadi bagian dari pembentukan moral, sedangkan Pancasila menjadi landasan kehidupan bersama dalam masyarakat yang beragam.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 pun menjadi momentum untuk memperkuat pembiasaan nilai kebangsaan di lingkungan madrasah dan pesantren. Nilai tersebut diharapkan tumbuh dalam perilaku santri, baik dalam proses belajar maupun kehidupan sosial sehari-hari.

Editor : Amal Jaelani

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru