BANGKALAN, AYOJATIM.COM – Universitas Islam Negeri (UIN) Madura memperkuat pengembangan bimbingan dan konseling yang memandang manusia secara utuh melalui pendekatan psikologi, spiritualitas, budaya, dan kearifan lokal.
Gagasan tersebut mengemuka dalam The 1st International Conference on Holistic Guidance and Counseling yang digelar Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Madura secara virtual melalui Zoom Meeting, Rabu, (23/9/2026).
Baca juga: HIMATIF UNIBA Madura Gelar Rapat Kerja, Susun Program Strategis untuk Satu Periode Kepengurusan
Konferensi internasional perdana tersebut mengusung tema “Harmony of Local Wisdom, Indigenous Spirit, and Multicultural Compassion”. Forum ini menjadi ruang akademik untuk memperluas perspektif mengenai manusia yang memiliki dimensi psikologis, sosial, spiritual, budaya, dan relasional yang saling berkaitan.
Ketua Program Studi BKPI FTIK UIN Madura, Iswatun Hasan, menginisiasi sekaligus memimpin pelaksanaan konferensi tersebut. Forum menghadirkan akademisi dan pakar dari dalam maupun luar negeri dengan empat subtema utama.
Keempatnya yakni Spiritual and Transpersonal Guidance and Counseling, Guidance and Counseling in Religious Educational Environments, Indigenous and Multicultural Guidance and Counseling, serta School and Community Guidance and Counseling.
Kerangka tersebut menempatkan pengalaman psikologis individu tidak terlepas dari lingkungan tempat seseorang tumbuh dan berkembang.
Keluarga, pendidikan, agama, budaya, serta lingkungan sosial turut memengaruhi cara seseorang memahami diri, menghadapi persoalan, membangun relasi, menemukan makna, hingga mengembangkan potensinya.
Dekan FTIK UIN Madura, Prof. Dr. Siswanto, M.Pd.I., dalam welcoming speech menekankan pentingnya mempertemukan kearifan lokal dengan nilai-nilai konseling holistik.
Menurutnya, pendekatan tersebut dapat menjadi fondasi untuk melahirkan solusi psikopedagogis yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif sesuai dengan konteks kehidupan masyarakat.
Perspektif konseling holistik memandang individu secara utuh dengan memperhatikan pengalaman batin, kebutuhan psikologis, sistem nilai, lingkungan sosial, serta sumber kekuatan yang dimiliki seseorang ketika menghadapi berbagai dinamika kehidupan.
Konferensi semakin memperkaya perspektif akademik dengan menghadirkan tiga keynote speakers, yakni Prof. Dr. Amirah Diniaty, M.Pd., Kons. dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Indonesia; Mazita Ahmad, Ph.D. dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia; serta Mohd Zuber, M.Ed. dari Jamia Millia Islamia, New Delhi, India.
Baca juga: Menanam Benih: Ketika Sebuah Gagasan Menjadi Universitas
Para pembicara mengelaborasi berbagai perspektif mengenai konseling spiritual dan transpersonal, lingkungan pendidikan keagamaan, pendekatan indigenous dan multikultural, serta bimbingan dan konseling di sekolah maupun masyarakat.
Beragam perspektif tersebut memberikan gambaran mengenai kompleksitas perkembangan psikologis manusia sekaligus pentingnya menghadirkan pendekatan konseling yang sesuai dengan konteks individu dan komunitas.
Selain paparan para pakar internasional dan presentasi paper peserta, konferensi juga memberikan informasi mengenai alur publikasi artikel ilmiah.
Artikel yang diterima sesuai ketentuan konferensi berkesempatan dipublikasikan melalui Edu Consilium: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam serta sejumlah jurnal di lingkungan UIN Madura.
Ruang publikasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan konferensi dengan pengembangan gagasan ilmiah sekaligus memperluas produksi pengetahuan di bidang bimbingan dan konseling pendidikan Islam.
Pendekatan holistic guidance and counseling dalam konferensi tersebut juga menempatkan konseling sebagai ruang aman bagi individu untuk memahami diri, mengelola pengalaman emosional, membangun hubungan yang sehat, menemukan makna, serta mengembangkan kemampuan adaptif dalam menghadapi perubahan.
Baca juga: Membangun SPPG Berbasis Kampus: Antara Peluang Inovasi dan Tuntutan Integritas Akademik
Sementara konsep local wisdom, indigenous spirit, dan multicultural compassion memberikan perspektif bahwa proses konseling perlu mempertimbangkan identitas, nilai, bahasa, tradisi, dan pengalaman sosial setiap individu.
Dengan pendekatan tersebut, konseling tidak hanya diarahkan pada penyelesaian persoalan psikologis, tetapi juga menjadi bagian dari proses humanisasi yang menghargai keunikan manusia dan membantu individu berkembang di lingkungan sosialnya.
Ketua Senat UIN Madura, Achmad Muhlis, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya konferensi internasional perdana yang diinisiasi Program Studi BKPI FTIK UIN Madura tersebut.
Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang bagi UIN Madura untuk memperluas jejaring akademik sekaligus memperkenalkan kekayaan perspektif lokal dalam percakapan keilmuan di tingkat internasional.
The 1st International Conference on Holistic Guidance and Counseling diikuti peserta dari berbagai wilayah dan negara. Forum tersebut sekaligus membuka ruang dialog bagi pengembangan bimbingan dan konseling yang lebih humanis, kontekstual, serta berorientasi pada kesejahteraan psikologis manusia.
Editor : Amal Jaelani