Mengapa Kita Selalu Merasa Waktu Berjalan Cepat?

Reporter : Ulul Albab
Foto ilustrasi/Gemini

Oleh: Ulul Albab
Ketua ICMI Jawa Timur

PERNAHKAH kita merasa bahwa waktu sekarang berjalan jauh lebih cepat daripada dulu? Rasanya baru kemarin memasuki Ramadhan. Tiba-tiba sudah Idul Adha. 

Baca juga: Menjelang 1448 Hijriah: Surat Terbuka untuk Para Pemimpin Negeri

Baru saja anak-anak masuk sekolah, kini mereka sudah beranjak dewasa. Baru terasa memulai tahun ini, tanpa sadar kita sudah berada di awal tahun Hijriah berikutnya.

Padahal jumlah jam dalam sehari tetap sama. Dua puluh empat jam. Tidak bertambah dan tidak berkurang. Lalu mengapa kita sering merasa waktu berlalu begitu cepat?

Mungkin karena usia kita terus bertambah, sementara kesempatan hidup terus berkurang. Allah SWT bahkan mengabadikan pentingnya waktu dalam satu surat yang sangat pendek namun sangat mendalam: "Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian." (QS. Al-'Ashr: 1–2)

Menarik sekali. Allah bersumpah dengan waktu. Karena waktu adalah modal hidup yang paling berharga. Harta yang hilang masih bisa dicari. 

Baca juga: Negara Membutuhkan "Radar Risiko"

Jabatan yang lepas bisa diraih kembali. Ilmu yang kurang masih bisa dipelajari. Tetapi waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.

Muharram hadir setiap tahun untuk mengingatkan kita tentang kenyataan itu. Bahwa umur bukan sedang bertambah, tapi berkurang. Bahwa perjalanan hidup bukan semakin panjang, tetapi semakin mendekati garis akhir.

Karena itu Muharram adalah momentum muhasabah. Kesempatan untuk berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri: Apa yang sudah saya perbaiki selama setahun terakhir? Apakah ibadah saya semakin baik? Apakah akhlak saya semakin mulia? Apakah kehadiran saya semakin bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan umat?

Baca juga: Bisakah Korupsi Dilihat Sebelum Terjadi?

Jangan sampai yang berganti hanya tahun, sementara diri kita tetap berada di tempat yang sama. Muharram mengajarkan bahwa orang yang beruntung bukanlah yang usianya paling panjang, melainkan yang mampu mengubah waktu menjadi amal, ilmu, dan manfaat.

Selamat memasuki Muharram 1448 Hijriah. Semoga tahun ini menjadi awal perubahan menuju pribadi yang lebih dekat kepada Allah, lebih bermanfaat bagi sesama, dan lebih siap menghadapi kehidupan yang abadi.

Editor : Alim Perdana

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru