KH Imam Jazuli Sebut Kiai Said Aqil Siradj Sosok Visioner yang Menggerakkan Masa Depan NU

Reporter : Diday Rosadi
Diskusi gayeng KH. Imam Jazuli dengan KH. Said Aqil Siradj di Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon. foto: istimewa.

CIREBON – Pengasuh Pesantren Bina Insan Cendekia Cirebon, KH Imam Jazuli, mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok Ketua Umum PBNU 2011-2021, KH Said Aqil Siroj.

Ia menilai KH Said Aqil Siradj adalah pemimpin visioner dengan perhatian besar terhadap masa depan Nahdlatul Ulama (NU) dan dunia pesantren.

Baca juga: Gus Yahya Apresiasi Inisiasi Kiai Imjaz Siapkan Transformasi Pesantren di Era Disrupsi

Hal tersebut disampaikan KH Imam Jazuli usai menerima kunjungan silaturahim KH Said Aqil Siroj di Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon.

Kunjungan tersebut merupakan silaturahim yang kelima kalinya dilakukan oleh ulama kharismatik asal Cirebon tersebut ke pesantren yang diasuh KH Imam Jazuli.

Menurut KH Imam Jazuli, KH Said Aqil Siradj merupakan tokoh yang memiliki kontribusi besar bagi perjalanan Nahdlatul Ulama.

Pengalaman memimpin PBNU selama dua periode membuatnya memahami secara mendalam berbagai persoalan fundamental yang dihadapi organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.

"Saya mengenal beliau cukup dekat. Pada periode pertama kepemimpinan beliau di PBNU, saya berkesempatan membersamai beliau sebagai Wakil Ketua PP Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PBNU.

Dalam banyak kesempatan kami berdiskusi tentang berbagai persoalan, terutama terkait dunia pesantren dan masa depan Nahdlatul Ulama," ujar KH Imam Jazuli.

Dalam pertemuan kali ini, kata KH Imam Jazuli, pembicaraan banyak berfokus pada masa depan NU, khususnya dalam menghadapi Muktamar ke-35 yang akan datang.

Berbagai tantangan organisasi, kebutuhan regenerasi kepemimpinan, serta strategi membangun NU yang lebih kuat dan relevan dengan perkembangan zaman menjadi topik utama diskusi.

Baca juga: Gus Salam Silaturahmi ke Cirebon, Puji Kiai Imjaz Ulama Muda yang Bersahaja Namun Visioner

"Kami berbincang cukup panjang tentang bagaimana menata masa depan NU agar lebih baik. Banyak pandangan yang ternyata sejalan, bahkan kami bersepakat pada beberapa hal penting terkait arah dan masa depan organisasi," ungkapnya.

KH Imam Jazuli menilai KH Said Aqil Siradj sebagai sosok yang tegas dalam prinsip, namun tetap terbuka terhadap perubahan dan kemajuan. Menurutnya, pengalaman panjang yang dimiliki KH Said Aqil menjadi modal penting dalam membaca tantangan yang akan dihadapi NU di masa mendatang.

"Beliau adalah sosok yang tegas, visioner, dan selalu berorientasi pada kemajuan. Saya kira NU sangat beruntung memiliki tokoh sekaliber KH Said Aqil Siradj yang terus memberikan perhatian dan pemikiran terbaiknya untuk jam'iyah," katanya.

Setelah berdiskusi bersama KH Imam Jazuli, KH Said Aqil Siradj kemudian memberikan materi dalam kegiatan Workshop Pengasuh Pesantren yang diikuti para pimpinan dan pengasuh pesantren dari berbagai daerah.

Dalam kesempatan tersebut, KH Said Aqil Siradj menyampaikan pesan penting kepada para pengasuh pesantren agar memiliki pola pikir terbuka (open minded), berani melakukan perubahan pola pikir, serta membangun orientasi kemajuan dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam.

Baca juga: Jalan Tengah Antara Seruan Moral dan Keputusan Konstitusional

"Pesan utama beliau kepada para pengasuh pesantren adalah pentingnya open minded, mengubah mindset, dan memiliki orientasi kemajuan. Pesantren harus terus berkembang tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai dasarnya," tutur KH Imam Jazuli.

Menurutnya, pesan tersebut sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi pesantren saat ini. Di tengah perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan kompetisi global yang semakin ketat, pesantren dituntut mampu beradaptasi sekaligus mempertahankan perannya sebagai pusat pendidikan, pembentukan karakter, dan pemberdayaan umat.

KH Imam Jazuli berharap KH Said Aqil Siradj senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, dan kekuatan untuk terus berkontribusi bagi Nahdlatul Ulama serta kemajuan bangsa Indonesia.

"Semoga beliau senantiasa sehat, diberikan umur panjang, dan istiqamah dalam memberikan kontribusi terbaik bagi jam'iyah Nahdlatul Ulama, pesantren, dan umat," pungkasnya.

Editor : Diday Rosadi

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru