SURABAYA – Upaya memperkuat pengelolaan dana umat terus digagas melalui sinergi dan kolaborasi positif.
Salah satunya terlihat dalam audiensi Komisi Pengelolaan Dana Umat dan Filantropi (PDUF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur dengan Senator DPD RI, Dr. Lia Istifhama di Kantor DPD RI Perwakilan Jawa Timur, Jumat (17/4/2026).
Baca juga: Sekretaris Umum MUI Jatim, KH Hasan Ubaidillah Apresiasi Kinerja Komisi PDUF
Lia Istifhama menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengoptimalkan peran PDUF. Ia menilai, sinergi antara lembaga filantropi dan program Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi kunci agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.
“Kalau kita hanya bergantung pada program DPD saja, tentu ada keterbatasan. Karena itu, kita perlu membuka ruang kolaborasi, termasuk dengan program CSR agar dampaknya lebih luas dan nyata dirasakan umat,” kata politikus perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu.
Senator DPD cantik ini menegaskan bahwa orientasi utama dari PDUF MUI Jatim haruslah pada kemaslahatan umat, bukan sekadar pengelolaan administratif.
“Saya lebih menekankan pada program yang benar-benar dirasakan masyarakat. Ke depan, perlu ada sosialisasi yang masif agar keberadaan PDUF bisa dipahami dan dimanfaatkan secara optimal,” tandas Lia.
Sementara itu, Ketua Komisi PDUF MUI Jatim, Miftah Jauhari mengungkapkan audiensi dengan Ning Lia menjadi langkah awal menuju sistem pengelolaan dana umat yang lebih terintegrasi dan berdampak luas.
Baca juga: Fenomena Ajang Kompetisi via Gift Virtual, Senator Lia Istifhama: Wajar Asalkan Transparan
Alumnus Unair Surabaya tersebut menambahkan, dengan dukungan tokoh seperti Senator Lia Istifhama, diharapkan PDUF mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan umat berbasis filantropi modern.
"Kolaborasi, transparansi, dan orientasi pada kemaslahatan menjadi fondasi utama agar dana umat tidak hanya terkumpul, tetapi juga benar-benar memberi perubahan nyata bagi masyarakat," pungkas Gus Miftah.
Editor : Diday Rosadi