JAKARTA - Lonjakan cadangan emas dan tembaga PT Merdeka Copper Gold Tbk membuka ruang baru bagi keberlanjutan produksi mineral nasional.
Kenaikan cadangan MDKA hingga 81% per akhir 2025 tak hanya memperkuat posisi perusahaan, tetapi juga memberi sinyal pasokan jangka panjang bagi industri dan masyarakat yang bergantung pada sektor energi dan manufaktur.
Baca juga: MDKA Bidik Produksi Emas Perdana dari Tambang Pani di Tahun 2026
Per 31 Desember 2025, cadangan emas MDKA mencapai 15,9 juta ounce. Angka itu melesat tajam dibanding periode sebelumnya dan menjadi fondasi baru bagi ekspansi produksi dalam beberapa dekade ke depan.
Kenaikan tersebut berdampak langsung pada kepastian operasional. Proyek tambang memiliki umur lebih panjang, sementara arus kas perusahaan menjadi lebih terukur. Bagi pasar, kondisi tersebut memberi rasa aman di tengah fluktuasi harga komoditas global.
Dua proyek menjadi penopang utama. Tambang emas Pani di Gorontalo mencatat lonjakan paling agresif dengan kenaikan cadangan hingga 166% menjadi 5,2 juta ounce.
Sementara proyek tembaga dan emas Tujuh Bukit di Banyuwangi tetap menjadi tulang punggung portofolio perusahaan.
Tak hanya emas, ekspansi juga terjadi di komoditas lain. Cadangan tembaga tumbuh 60% menjadi 3 juta ton. Nikel naik 48�ngan total 4,4 juta ton, sementara perak mencapai 69,8 juta ounce atau meningkat 21%.
Pertumbuhan lintas komoditas tersebut memperkuat posisi MDKA sebagai pemain penting dalam rantai pasok mineral global, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan bahan baku untuk energi bersih.
Baca juga: Dobrak Dominasi Maskulin, Merdeka Copper Gold Cetak Ribuan Srikandi Tambang
Tambahan cadangan tersebut juga memperpanjang umur tambang secara signifikan. Dengan model geologi yang semakin presisi dan perencanaan tambang yang lebih matang, perusahaan memiliki visibilitas produksi dan pendanaan yang lebih stabil untuk mengembangkan proyek baru.
Di sektor nikel, kinerja tambang SCM memperlihatkan tren positif. Cadangan mencapai 4,4 juta ton dan menjadi bagian dari strategi hilirisasi melalui PT Merdeka Battery Materials Tbk. Anak usaha tersebut diarahkan menjadi pemain kunci dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik.
Presiden Direktur MDKA, Albert Saputro, menyebut capaian tersebut sebagai hasil kerja eksplorasi yang konsisten.
“Peningkatan cadangan sepanjang 2025 mencerminkan keberhasilan strategi eksplorasi dan pengembangan serta kualitas portofolio aset. Ke depan, visibilitas terhadap pertumbuhan produksi dan arus kas semakin kuat. Kami akan terus fokus pada konversi sumber daya menjadi cadangan dan pengembangan proyek utama untuk menciptakan nilai jangka panjang,” ujarnya.
Baca juga: Tambang Pani Beroperasi, Merdeka Gold Targetkan 115 Ribu Ons Emas
Dengan aset yang tersebar di Jawa, Sulawesi, hingga Maluku, MDKA kini berada pada posisi kompetitif untuk merespons lonjakan permintaan mineral kritis.
Kebutuhan tersebut terus meningkat seiring percepatan transisi energi dan pengembangan industri kendaraan listrik.
Bagi Indonesia, lonjakan cadangan tersebut tak sekadar catatan korporasi. Ia membuka peluang penerimaan negara, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan peran Indonesia dalam peta rantai pasok mineral dunia.
Editor : Alim Perdana