Kisah Haru, Mahasiswi UTM Bangkalan Lulus dan Wisuda Ditemani Foto Almarhum Ayahnya

Reporter : AM Lukman J
Ritmatul Fightiyah (Tiya), memegang potret ayahnya, diapit oleh salah satu dosen UTM, Dr. Doni Burhan, Lc., MA., (kanan) dan Dekan Fakultas Keislaman, Dr. Abdur Rohman (Kiri). Foto: Ayojatim

BANGKALAN - Suasana haru dan bahagia menyelimuti prosesi Wisuda ke-41 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang berlangsung di Gedung Pertemuan RP Moch. Noer, pada Sabtu (4/4/2026).

Sebanyak 756 wisudawan dari program sarjana dan magister resmi dikukuhkan, menandai berakhirnya perjalanan panjang akademik yang penuh perjuangan.

Baca juga: HBS Fakultas Keislaman UTM Gelar Kuliah Praktisi, Kupas Jaminan dalam Turats Fikih Klasik Nusantara

Dalam sambutannya, Rektor UTM, Safi', menegaskan bahwa keberhasilan para wisudawan bukanlah hasil instan. Menurutnya, proses menyelesaikan pendidikan tinggi membutuhkan ketekunan, pengorbanan, serta kesabaran dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk proses bimbingan yang tidak selalu mudah.

“Untuk lulus perguruan tinggi tidak semudah membalikkan tangan. Kalian telah melalui proses panjang hingga akhirnya hari ini bisa berdiri sebagai lulusan. Selamat dan semoga ilmu yang diperoleh membawa manfaat dan keberkahan,” ungkapnya.

Di tengah gegap gempita kebahagiaan, terselip satu kisah yang menyentuh hati. Hari yang bagi sebagian besar wisudawan diisi dengan pelukan hangat orang tua, menjadi momen berbeda bagi seorang wisudawati bernama Ritmatul Fightiyah (Tiya), dari Ketapang, Sampang, Madura, yang merupakan mahasisiswi Fakultas Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura.

Di saat banyak rekannya menggandeng ayah dan ibu, Tiya justru menggenggam sebuah foto yang merupakan potret sang ayah yang telah berpulang.

Bingkai sederhana itu menjadi penghubung antara kenangan dan kenyataan, antara rindu yang mendalam dan keikhlasan yang perlahan tumbuh.

Baca juga: Naba’, Khabar, dan Tabayyun: Menelusuri Etika Kewartawanan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadist

Momen itu semakin mengharukan ketika Tiya memberanikan diri menghampiri Dekan Fakultas Keislaman UTM, Dr. Abdur Rohman.

Dengan suara lirih, Tiya meminta satu hal sederhana namun penuh makna saat momentum bersejarah kelulusannya sebagai Sarjana Pendidikan.

“Pak, maukah Bapak foto dengan saya, sebagai pengganti orang tua saya?” ucapnya.

Baca juga: Ramadhan di Pengujung Waktu, Spirit Filantropi Islam dan Penguatan Ekonomi Islam

Permintaan itu sontak mengundang haru. Dengan penuh empati, Dr. Abdur Rohman, di dampingi oleh salah satu dosen UTM yaitu, Dr. Doni Burhan, Lc., MA., yang juga merupakan teman satu anggkatan ayahnya di pesantren dulu menyambutnya dan berdiri di samping Tiya untuk mengabadikan momen tersebut.

“Selamat, Tiya. Ayahmu mungkin tak berdiri di sampingmu hari ini, namun kebanggaannya pasti menjulang hingga langit,” sambut Dr. Abdur Rohman.

Di hari yang seharusnya lengkap dengan kehadiran orang tua, Tiya tetap berdiri tegak. Bukan hanya sebagai wisudawati, tetapi sebagai anak yang berhasil menunaikan amanah perjuangan orang tuanya, meski kini hanya bisa dipeluk melalui doa dan kenangan.

Editor : Amal Jaelani

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru