BANGKALAN – Upaya memperkuat budaya literasi di lingkungan perguruan tinggi terus dilakukan Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura (UTM).
Salah satunya melalui penetapan 10 mahasiswa sebagai Duta Literasi Fakultas Keislaman yang sekaligus menerima bantuan beasiswa dari Penerbit KBM Indonesia.
Baca juga: Ramadhan di Pengujung Waktu, Spirit Filantropi Islam dan Penguatan Ekonomi Islam
Program ini menjadi bagian dari ikhtiar akademik untuk menumbuhkan tradisi membaca, menulis, serta pengembangan pemikiran kritis di kalangan mahasiswa.
Para Duta Literasi diharapkan mampu menjadi penggerak budaya akademik dan inspirasi bagi mahasiswa lainnya dalam mengembangkan karya intelektual.
Dekan Fakultas Keislaman UTM, Dr. Abdur Rohman, S.Ag., M.E.I, menyampaikan bahwa program Duta Literasi merupakan langkah strategis dalam membangun tradisi akademik yang kuat di lingkungan fakultas.
“Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, kami berharap para Duta Literasi ini mampu menjadi motor penggerak tradisi akademik di lingkungan kampus,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Sementara itu, Bidang Akademik Fakultas Keislaman, Dr. Firman Setiawan, M.E.I, menjelaskan bahwa proses seleksi Duta Literasi dilaksanakan secara terbuka dan transparan agar menghasilkan mahasiswa yang benar-benar memiliki komitmen dalam pengembangan budaya literasi.
Penyerahan beasiswa kepada para Duta Literasi tersebut dilaksanakan dalam rangkaian buka puasa bersama keluarga besar Fakultas Keislaman UTM yang berlangsung penuh kebersamaan.
Baca juga: Sepuluh Hari Terakhir Ramadlan, Spirit Lailatul Qadar dan Kebangkitan Ekonomi Syariah
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Surabaya dan Bangkalan sebagai mitra dalam penguatan literasi serta edukasi ekonomi syariah di lingkungan perguruan tinggi.
Selain penyerahan beasiswa, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyampaian materi literasi keuangan oleh Iskandar Setiawan, Area Retail & Transaction Banking Manager BSI Area Surabaya.
Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik bagi seluruh civitas akademika, baik mahasiswa maupun dosen.
“Pengelolaan keuangan yang sehat dimulai dari kemampuan merencanakan pemasukan dan pengeluaran secara proporsional, membangun kebiasaan menabung, serta memanfaatkan instrumen keuangan secara produktif,” jelasnya.
Baca juga: Ramadhan, Zakat, dan Fondasi Ekonomi Keadilan
Ia juga menambahkan bahwa literasi keuangan menjadi kebutuhan penting di tengah dinamika ekonomi modern. Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran finansial yang sehat di kalangan civitas akademika.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Keislaman UTM berharap dapat memperkuat tradisi literasi sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan berbasis prinsip syariah.
Harapannya, civitas akademika tidak hanya unggul secara intelektual tetapi juga memiliki kesadaran ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
Editor : Amal Jaelani