ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

Petani Tebu Blora Bisa Bernapas Lega, PT SGN Pastikan Hasil Panen Tetap Terserap di Musim Giling

avatar AM Lukman J
  • URL berhasil dicopy
Petani tebu di Blora, Jawa Tengah saat proses panen tebu. Foto: Humas SGN/Ayojatim
Petani tebu di Blora, Jawa Tengah saat proses panen tebu. Foto: Humas SGN/Ayojatim

BLORA, AYOJATIM.COM – Menjelang puncak musim giling, para petani tebu di Kabupaten Blora akhirnya bisa bernapas lega. Kekhawatiran akan nasib hasil panen yang sempat membayangi mereka perlahan sirna setelah PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) memastikan kesiapan menyerap tebu petani meski Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (PG GMM) belum beroperasi.

Rasa syukur itu dirasakan para petani tebu di Blora, karena dengan adanya kepastian penyerapan, mereka dapat segera melakukan tebang dan pengiriman tebu tanpa khawatir terjadi penumpukan hasil panen yang berisiko menurunkan kualitas tebu.

Para petani tebu di Kabupaten Blora mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan PT SGN. Menurut mereka, SGN tidak hanya hadir sebagai pelaku industri gula, namun juga berupaya menjadi sebagai yang memahami kebutuhan petani di tengah ketidakpastian musim giling.

Bagi mereka PT SGN dinilai telah membuka ruang dan memberikan solusi bagi petani tebu khususnya di Blora. Kepastian tersebut menurut mereka bukan sekadar soal tempat menggiling tebu. Keputusan PT SGN telah memberikan harapan baru yang menjaga hasil kerja keras mereka selama berbulan-bulan agar tidak kehilangan nilai ekonomi akibat keterlambatan pengolahan.

Sebelumnya, banyak petani mengaku cemas menghadapi musim panen. Tebu yang telah memasuki masa tebang membutuhkan kepastian jadwal dan lokasi giling. Jika terlalu lama berada di lahan, kualitas tebu berpotensi menurun sehingga berdampak pada rendemen dan pendapatan petani.

Situasi itu berubah ketika PT SGN menyatakan komitmennya untuk menyerap tebu petani Blora melalui PG Rendeng serta sejumlah pabrik gula lain di bawah pengelolaan perusahaan. Kepastian tersebut disambut positif oleh para petani yang kini dapat menjalankan proses tebang dan distribusi hasil panen dengan lebih tenang.

Corporate Secretary PT SGN, Yunianta, menegaskan bahwa perusahaan terus berupaya memberikan solusi terbaik agar hasil panen petani tetap terselamatkan dan memperoleh nilai ekonomi yang optimal.

"PT SGN berupaya memberikan solusi terbaik bagi petani tebu Kabupaten Blora agar hasil panen tetap terselamatkan. Kami terus melakukan koordinasi lintas pabrik gula untuk mengatur kapasitas giling dan distribusi tebu secara bertahap sehingga pelayanan kepada petani tetap berjalan optimal," kata Yunianta.

Untuk mengakomodasi volume panen petani, PT SGN tidak hanya mengandalkan PG Rendeng. Perusahaan juga menyiapkan skema distribusi ke sejumlah pabrik gula lain di wilayah Jawa Tengah hingga Kabupaten Madiun guna mengoptimalkan kapasitas giling dan menjaga kelancaran pelayanan kepada petani.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri gula nasional, mulai dari perubahan iklim, meningkatnya biaya produksi hingga kebutuhan modernisasi pabrik gula, kolaborasi antara perusahaan dan petani dinilai menjadi kunci menjaga keberlanjutan sektor pergulaan.

Bagi petani Blora, komitmen PT SGN tidak hanya menyelamatkan hasil panen musim ini, tetapi juga menghadirkan rasa aman untuk melanjutkan usaha tani di masa mendatang. Kepastian penyerapan tebu menjadi bukti bahwa sinergi antara petani dan industri mampu menghadirkan solusi nyata di tengah tantangan yang ada.

Kini, musim giling yang sempat diselimuti kecemasan berubah menjadi momentum penuh optimisme. Senyum para petani kembali merekah, membawa harapan agar produktivitas dan kualitas tebu terus meningkat, sekaligus menjaga keberlangsungan mata pencaharian ribuan keluarga yang bergantung pada sektor gula di Kabupaten Blora.

Editor :