ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

Maskapai Saudia Kurangi Fuel Surcharge, Haji Plus Nur Dhuha Wisata Optimistis Paket Umrah Semakin Terjangkau

avatar ayojatim.com
  • URL berhasil dicopy
Jamaah Travel Haji Plus Nur Dhuha Wisata, musim haji 2026 saat tiba di tanah air. Foto: Dok Nur Dhuha Wisata/Ayojatim
Jamaah Travel Haji Plus Nur Dhuha Wisata, musim haji 2026 saat tiba di tanah air. Foto: Dok Nur Dhuha Wisata/Ayojatim

SURABAYA, AYOJATIM.COM – Kabar menggembirakan datang bagi calon jamaah umrah di Indonesia. Maskapai Saudia resmi melakukan penyesuaian tarif dengan mengurangi komponen fuel surcharge atau biaya tambahan bahan bakar untuk mitra travel umrah di Indonesia.

Dikutip dari website resmi Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) kebijakan tersebut diumumkan melalui surat resmi Saudia yang diterbitkan di Jakarta pada 2 Juni 2026.

Dalam surat tersebut, maskapai Saudia menyampaikan pentingnya menjaga hubungan kemitraan dengan agen perjalanan serta memastikan kepuasan pelanggan tetap menjadi prioritas.

“Di Saudia, transparansi, kemitraan, dan kepuasan pelanggan tetap menjadi inti dari semua yang kami lakukan. Kami sangat menghargai kepercayaan dan dukungan Anda yang berkelanjutan,” tulis Saudia dikutip dari website resmi HIMPUH, Rabu (3/6/2026).

Kebijakan tersebut berpotensi menekan biaya perjalanan umrah dan membuka peluang hadirnya paket umrah yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

Kebijakan ini menjadi perhatian pelaku industri travel umrah, karena biaya penerbangan selama ini menjadi salah satu komponen terbesar dalam penyusunan harga paket umrah. Salah satunya dari Haji Plus Nur Dhuha Wisata yang menyambut baik langkah yang diambil oleh Maskapai Saudia.

Menurut Direktur Haji Plus Nur Dhuha Wisata, Mudzakir, kebijakan pengurangan fuel surcharge menjadi sinyal positif bagi industri perjalanan umrah yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan kenaikan biaya operasional penerbangan.

"Dengan adanya penyesuaian tarif tersebut, penyelenggara perjalanan umrah memiliki ruang yang lebih luas untuk menghadirkan program perjalanan yang kompetitif tanpa mengurangi kualitas layanan kepada jamaah," ungkapnya saat ditemui di Surabaya, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, efisiensi pada sektor transportasi udara merupakan faktor penting dalam menjaga keterjangkauan biaya umrah. Ketika biaya operasional penerbangan dapat ditekan, maka peluang untuk menawarkan harga paket yang lebih ramah bagi masyarakat juga semakin terbuka.

"Kami menyambut baik kebijakan Saudia yang melakukan penyesuaian tarif melalui pengurangan komponen fuel surcharge. Langkah ini tentu memberikan harapan bagi travel umrah untuk menghadirkan paket yang lebih efisien dan kompetitif sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh jamaah," tambah Mudzakir.

Meski pihak Saudia belum mengumumkan secara rinci besaran pengurangan fuel surcharge kepada publik, kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah strategis yang dapat memberikan dampak positif terhadap industri perjalanan umrah nasional.

Bagi calon jamaah, penyesuaian tarif penerbangan berpotensi memberikan keuntungan berupa biaya perjalanan yang lebih ringan apabila efisiensi tersebut diteruskan ke harga paket umrah. Hal ini menjadi kabar baik di tengah meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci.

Pelaku industri juga melihat kebijakan ini sebagai momentum untuk meningkatkan daya saing layanan perjalanan umrah. Selain menghadirkan harga yang lebih kompetitif, travel umrah dapat memanfaatkan ruang efisiensi tersebut untuk meningkatkan kualitas layanan, fasilitas, maupun program pendampingan jamaah.

Dorong Pertumbuhan Industri Umrah Nasional

Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar jamaah umrah dunia. Karena itu, setiap kebijakan yang berdampak pada biaya penerbangan akan turut memengaruhi dinamika industri perjalanan umrah nasional.

Haji Plus Nur Dhuha Wisata menilai langkah Saudia dapat menjadi stimulus positif bagi pertumbuhan sektor perjalanan religi, khususnya dalam memperluas akses masyarakat untuk melaksanakan ibadah umrah.

Dengan biaya yang lebih efisien dan pilihan paket yang semakin kompetitif, semakin banyak masyarakat berpeluang mewujudkan impian beribadah ke Baitullah dengan perencanaan yang lebih ringan dan terukur.

"Kami berharap kebijakan ini menjadi awal dari berbagai langkah positif lainnya yang dapat mendukung pertumbuhan industri umrah Indonesia sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi jamaah," tutup Mudzakir.

Editor :