SUMENEP – Di tengah dinamika kehidupan yang kian individualistis, ternyata masih banyak orang yang masih peduli dengan ruang sosial dengan kepedulian yang tanpa pamrih.
Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Yudi Ananta, pria asal Sumenep, madura, Jawa Timur, yang menginisiasi sebuah gerakan sosial bernama "Komunitas Tabur Baik".
Baca juga: Jalin Kedekatan Komunitas Mobil Jatim Melalui Community Gathering
Komunitas ini hadir membawa semangat kepedulian tanpa sekat. Dan secara konsisten aktif membantu masyarakat yang mengalami kesulitan, khususnya di jalan, sebagai wujud nyata empati dan solidaritas sosial.
Menurut Yudi, lahirnya Komunitas Tabur Baik awalnya berangkat dari keresahan atas lunturnya rasa saling percaya di tengah masyarakat. Dan, melalui berbagai aksi sosial, komunitas ini berupaya membangun kembali kepercayaan sosial dan menumbuhkan empati sebagai bagian dari fitrah manusia sebagai makhluk sosial.
“Gerakan sosial ini bertujuan untuk membangun rasa kepercayaan sosial dan empati sebagai makhluk sosial yang memiliki kepedulian kepada sesama tanpa membedakan agama dan status di masyarakat. Kita bisa merasakan kesedihan orang lain dan secepatnya mencarikan solusi agar masalah yang dihadapi dapat teratasi,” ungkapnya, Jumat, (27/2/2026).
Komunitas Tabur Baik dikenal aktif membantu warga yang mengalami kesulitan di jalan, mulai dari pengendara yang kehabisan bahan bakar, mengalami kerusakan kendaraan, hingga masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat.
Dari berbagai aksi sederhana diharapkan mampu menghadirkan rasa aman sekaligus menghidupkan kembali budaya tolong-menolong, yang memang menjadi identitas sosial dann budaya masyarakat Indonesia.
Yudi juga menyampaikan bahwa, membantu masyarakat yang mengalami kesulitan bukan sekadar aksi spontan, melainkan komitmen sosial yang harus dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.
Ia juga menegaskan, perubahan sosial tidak selalu dimulai dari langkah besar, tetapi dari tindakan kecil yang dilakukan dengan niat tulus.
"Dampak sosial dari gerakan ini mulai terasa. Selain meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, kehadiran Tabur Baik juga mendorong partisipasi publik untuk terlibat dalam kegiatan sosial," tegasnya.
Dan, sejumlah relawan dari berbagai latar belakang agama, profesi, dan usia turut bergabung, memperkuat pesan bahwa kemanusiaan melampaui perbedaan.
Di tengah berbagai tantangan sosial, Komunitas Tabur Baik menjadi contoh bahwa kepedulian masih tumbuh dan dapat dirawat bersama. Dengan semangat berbagi dan empati, mereka menabur kebaikan yang diharapkan terus bersemi di tengah masyarakat.
Editor : Amal Jaelani