ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

Pekan ASI Sedunia 2026, Mom Uung dan Bidanku Afita Edukasi Teknik Menyusui yang Benar untuk Dukung ASI Eksklusif

avatar AM Lukman J
  • URL berhasil dicopy
Kolaborasi antara Mom Uung dan Bidanku Afita dalam rangka Pekan ASI Sedunia 2026. Foto: Bidan Afita/Ayojatim
Kolaborasi antara Mom Uung dan Bidanku Afita dalam rangka Pekan ASI Sedunia 2026. Foto: Bidan Afita/Ayojatim

MALANG, AYOJATIM.COM – Menyusui merupakan proses alami, tetapi tidak selalu mudah dijalani setiap ibu. Mulai dari produksi ASI yang belum optimal, puting lecet, hingga teknik pelekatan bayi yang kurang tepat masih menjadi tantangan yang kerap ditemui pada masa awal menyusui.

Berangkat dari kondisi tersebut, Mom Uung berkolaborasi dengan Bidanku Afita menggelar edukasi cara menyusui yang benar dalam rangka memperingati Pekan ASI Sedunia 2026 di Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif sebagai fondasi kesehatan anak sejak dini.

Puluhan peserta yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, pasangan, hingga anggota keluarga mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas secara interaktif. Tidak hanya menyampaikan teori, peserta juga memperoleh kesempatan mempraktikkan teknik menyusui secara langsung dengan pendampingan tenaga kesehatan.

Dalam sesi edukasi, Bidan Afita menjelaskan berbagai persoalan yang sering dialami ibu menyusui, mulai dari bendungan ASI, produksi ASI yang belum maksimal, teknik pelekatan bayi yang kurang tepat, hingga pentingnya menjaga asupan nutrisi selama masa menyusui.

Materi disampaikan dengan pendekatan praktis agar mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin para ibu memahami bahwa keberhasilan menyusui tidak hanya bergantung pada ibu, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan. Dengan edukasi yang tepat, berbagai kendala menyusui dapat diatasi sejak dini,” ujar Bidan Afita.

Founder Mom Uung bersama tim konselor laktasi kemudian memandu peserta dalam praktik langsung mengenai posisi menyusui yang nyaman, teknik pelekatan bayi yang benar, cara memerah dan menyimpan ASI, hingga pentingnya keterlibatan suami dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif.

Suasana edukasi berlangsung hangat karena peserta tidak hanya mendengarkan paparan materi, tetapi juga dapat berdiskusi secara terbuka mengenai pengalaman dan tantangan yang mereka alami selama menyusui.

Salah satu sesi yang mendapat perhatian peserta adalah Intimate Consultation, yakni konsultasi personal yang memungkinkan setiap ibu memperoleh solusi sesuai kondisi masing-masing. Program tersebut kemudian dilanjutkan dengan home visit kepada salah satu pasien sebagai bentuk pendampingan lanjutan agar solusi yang diberikan lebih sesuai dengan kondisi ibu dan bayi di rumah.

Kolaborasi antara Mom Uung dan Bidanku Afita menjadi contoh sinergi dunia usaha dengan tenaga kesehatan dalam memperluas akses edukasi kesehatan ibu dan anak di tingkat masyarakat.

Pendekatan yang dilakukan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi juga menghadirkan pendampingan yang berkelanjutan sehingga ibu memperoleh rasa percaya diri selama menjalani proses menyusui.

Melalui kegiatan ini, kedua pihak berharap semakin banyak keluarga memahami pentingnya ASI eksklusif sekaligus memiliki pengetahuan yang benar mengenai kehamilan, persalinan, hingga masa menyusui.

Selama ini, Bidanku Afita dikenal aktif memberikan edukasi mengenai program hamil, kehamilan, persalinan, menyusui, serta kesehatan ibu dan bayi melalui berbagai kegiatan edukasi maupun platform digital.

Sebagai bidan sekaligus edukator kesehatan ibu dan anak, Bidanku Afita juga aktif membagikan informasi melalui media sosial. Akun TikTok @bidanku.afita telah memiliki lebih dari 700 ribu pengikut dengan total lebih dari 17 juta tanda suka, sementara akun Instagram @bidanku_afita diikuti lebih dari 150 ribu pengikut.

Selain aktif sebagai praktisi, Bidanku Afita juga menulis buku “Ready Jadi Ibu”, yang memuat panduan bagi perempuan sejak masa program hamil, kehamilan, persalinan, hingga menyusui. Buku tersebut disusun berdasarkan pengalaman mendampingi para ibu dalam praktik kebidanan sehari-hari sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas literasi kesehatan ibu dan anak di Indonesia.

Melalui perpaduan pelayanan kebidanan, edukasi digital, karya tulis, serta pendampingan langsung kepada masyarakat, Bidanku Afita terus berkomitmen menghadirkan informasi kesehatan yang mudah dipahami, berbasis ilmu pengetahuan, dan relevan dengan kebutuhan keluarga Indonesia.

Editor :