ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

Senator Lia Istifhama Takjub Lompatan Perpus Jatim, Apresiasi Kepemimpinan Tiat S. Suwardi

avatar Diday Rosadi
  • URL berhasil dicopy
Senator Lia Istifhama bersama Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si, berikut jajaran staf Disperpusip Jatim. foto: dok.B59.
Senator Lia Istifhama bersama Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si, berikut jajaran staf Disperpusip Jatim. foto: dok.B59.

SURABAYA – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama dibuat takjub saat menyaksikan langsung wajah baru Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Rabu (29/4/2026).

Bagi senator muda itu, perubahan yang terjadi bukan sekadar pembenahan fasilitas, melainkan sebuah lompatan besar dalam membangun ekosistem literasi modern.

Usai menjadi narasumber podcast bertema Perempuan sebagai Penggerak Literasi Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045, Lia menyempatkan diri meninjau sejumlah sudut perpustakaan.

Ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan tempat tersebut, lantaran semasa kuliah strata satu, dirinya termasuk salah satu anggota aktif perpustakaan.

Karena itu, perubahan yang kini ia lihat menghadirkan kesan mendalam.

“Dulu saya datang ke perpustakaan untuk membaca dan mencari referensi akademik. Sekarang saya melihat sesuatu yang jauh berbeda. Ini bukan hanya berubah, tapi melompat. Lebih modern, lebih hidup, lebih inklusif, dan mampu menjadi ruang belajar yang sangat inspiratif,” kata Lia.

Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu secara khusus memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si yang dinilainya berhasil membawa semangat transformasi di sektor literasi.

Menurut Lia, kepemimpinan perempuan di lembaga strategis seperti perpustakaan menghadirkan sentuhan yang tidak hanya administratif, tetapi juga visioner dan adaptif terhadap perubahan zaman.

“Saya melihat ada leadership yang kuat di sini. Bu Tiat mampu membaca realitas zaman, menangkap kebutuhan generasi muda, lalu menerjemahkannya dalam bentuk layanan literasi yang modern dan membumi. Ini capaian yang patut diapresiasi,” tegasnya.

Lia berharap transformasi Perpus Jatim dapat menjadi model pengembangan literasi di daerah lain.

Menurutnya, perpustakaan hari ini tidak boleh hanya menjadi tempat menyimpan buku, melainkan pusat kreativitas, ruang gagasan, dan rumah besar lahirnya peradaban baru menuju Indonesia Emas 2045.

Editor :