ayojatim.com skyscraper
ayojatim.com skyscraper

Revitalisasi 7 Pabrik, Pupuk Indonesia Perkuat Swasembada Pangan

avatar Ali Masduki
  • URL berhasil dicopy
Pupuk Indonesia mempercepat revitalisasi 7 pabrik guna menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus membidik peluang ekspor 2 juta ton urea ke pasar global. Foto/Pupuk Indonesia
Pupuk Indonesia mempercepat revitalisasi 7 pabrik guna menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus membidik peluang ekspor 2 juta ton urea ke pasar global. Foto/Pupuk Indonesia

JAKARTA – PT Pupuk Indonesia (Persero) mengonfirmasi kesiapan untuk melepas surplus produksi sebesar 1,5 hingga 2 juta ton urea ke pasar internasional. Langkah ini diambil setelah perusahaan memastikan kebutuhan petani di dalam negeri terpenuhi sepenuhnya di tengah fluktuasi rantai pasok dunia yang terganggu konflik geopolitik.

Memasuki usia ke-14 pada 5 April 2026, perusahaan pemegang mandat ketahanan pangan ini berada di posisi strategis. 

Saat jalur distribusi global di Timur Tengah tersendat, Indonesia muncul sebagai salah satu pilar penyokong stabilitas pasokan urea dunia.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyatakan bahwa meskipun memiliki peluang ekspor yang besar, orientasi utama perusahaan tidak akan bergeser dari ketersediaan pupuk domestik.

"Prioritas kami adalah memastikan ladang-ladang petani di tanah air tidak kekurangan nutrisi. Namun, dengan total kapasitas produksi mencapai 14,8 juta ton per tahun, kami punya ruang sisa yang bisa dimanfaatkan untuk menyeimbangkan pasar global," ujar Rahmad dalam keterangan resminya, Senin (06/4)

Ketangguhan pasokan ini merupakan buah dari perombakan besar-besaran di internal perusahaan. Melalui payung hukum Perpres Nomor 113 Tahun 2025, mekanisme subsidi kini beralih dari skema biaya tambahan (cost-plus) menjadi mekanisme berbasis pasar (market-to-market).

Perubahan ini memberikan napas finansial bagi perusahaan untuk mempercepat pembaruan infrastruktur. Rahmad mengungkapkan, dalam lima tahun ke depan, Pupuk Indonesia menargetkan revitalisasi dan pembangunan tujuh pabrik baru.

"Pembaruan mesin dan fasilitas ini adalah kunci agar industri kita kompetitif. Dengan dukungan pendanaan yang lebih fleksibel, kami bisa mempercepat peremajaan pabrik agar lebih efisien dalam mengolah bahan baku," tambahnya.

Transformasi di sisi hulu mulai dirasakan langsung oleh sektor akar rumput. Berdasarkan data kuartal I-2026, penyerapan pupuk bersubsidi melonjak 31% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tren positif ini dipicu oleh kebijakan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar 20% yang mulai berlaku sejak 2025.

Selain harga yang lebih terjangkau, ketepatan waktu distribusi menjadi catatan krusial. Selama dua tahun terakhir, distribusi pupuk subsidi berhasil dieksekusi serentak sejak awal tahun anggaran di seluruh wilayah Indonesia.

Komisaris Utama Pupuk Indonesia, Sudaryono, melihat situasi global saat ini sebagai momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan taringnya di industri manufaktur berbasis gas bumi.

"Banyak negara kini berpaling ke Indonesia mencari urea karena gangguan jalur logistik dunia. Kami penuhi dulu kebutuhan rumah tangga kita sendiri, baru sisanya kita kirim untuk membantu stabilitas pangan dunia. Ini adalah tanggung jawab Indonesia sebagai produsen besar," kata Sudaryono.

Melalui tema "Transform, Sustain, Empower", Pupuk Indonesia kini berupaya mengintegrasikan kemandirian industri dengan aksesibilitas pupuk yang kian mudah bagi petani, sembari menjaga peran sebagai penyeimbang di pasar internasional yang tengah bergejolak.

Editor :

Republik yang Disuapi
Opini   

Republik yang Disuapi

Pertanyaan yang lebih penting: dalam republik yang sedang disuapi ini, siapa yang akhirnya paling kenyang—rakyat, atau kekuasaan?…