SURABAYA - Upaya mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas terus dilakukan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui Export Center Surabaya. Salah satunya ditandai dengan pelepasan ekspor produk makanan olahan dari 24 UMKM asal Jawa Timur ke pasar Maladewa.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa produk UMKM Jawa Timur mulai mampu menembus pasar internasional setelah melalui proses kurasi, pendampingan, hingga penyesuaian standar ekspor.
Dalam kegiatan tersebut hadir sejumlah perwakilan dari Export Center Surabaya, antara lain Aksamil Khair yang membidangi implementasi perjanjian luar negeri dan Inaexport, Ari Indarwanto yang menangani akses pembiayaan, logistik, dan kepabeanan, serta Jalian Setiarsa (Arso) yang berfokus pada standardisasi produk, akses pasar, promosi, pemasaran, dan kurasi produk ekspor. Turut hadir pula Kepala Bidang Perdagangan Kabupaten Gresik serta Kepala Desa Melirang.
Jalian Setiarsa atau yang akrab disapa Arso menjelaskan bahwa keberhasilan ekspor ini merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai dari kurasi produk hingga pendampingan kepada pelaku UMKM.
“Prosesnya dimulai sejak kurasi pada Desember 2025, kemudian dilanjutkan dengan pendampingan penyesuaian produk agar sesuai dengan kebutuhan pasar internasional. Kami juga berkoordinasi dengan buyer di Maladewa agar produk UMKM Jatim benar-benar siap masuk pasar global,” ujar Arso, Rabu, (4/3/2026).
Produk yang diekspor berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, antara lain Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Jombang, Kabupaten Jember, hingga Kabupaten Magetan.
Sebelum pelepasan ekspor, para pelaku UMKM juga mendapatkan sesi coaching yang digelar di kampus Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur oleh Export Center Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh pelaku usaha yang tengah merintis ekspor maupun yang baru memulai persiapan menembus pasar luar negeri.
Menurut Arso, pendampingan semacam ini penting agar UMKM tidak hanya mampu melakukan ekspor sekali saja, tetapi dapat melakukan ekspor secara berkelanjutan.
“Harapannya produk-produk UMKM dari Indonesia, khususnya Jawa Timur, semakin banyak yang bisa menembus pasar global. Ini menjadi bukti bahwa UMKM Jatim memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar internasional,” tambahnya.
Sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha, Export Center Surabaya juga berencana menggelar sesi coaching bersama UMKM mitra binaan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya pada 30–31 Maret 2026 di Gedung Siola.
Kegiatan tersebut akan difokuskan pada pendalaman strategi akses pasar, penyusunan dokumen ekspor, hingga peningkatan kualitas dan standardisasi produk agar UMKM mampu melakukan scale up dan memperluas jangkauan pasar global.
Editor : Amal Jaelani