Presiden Rrepublik Indonesia yang Terlupakan, Sjafruddin Prawiranegara

Sjafruddin Prawiranegara adalah Presiden Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI). Foto/Ayojatim
Sjafruddin Prawiranegara adalah Presiden Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI). Foto/Ayojatim

SURABAYA - Sejarah Indonesia mencatat bahwa dalam perjalanan Republik Indonesia selama 79 tahun kemerdekaan hanya mengenal ada sosok 7 presiden sebagai pemimpin negara. Padahal ada sosok presiden yang selama ini sering dilupakan sejarah, bahkan mungkin tak pernah diketahui oleh generasi Indonesia. Siapa sosok presiden yang telah dilupakan oleh rakyat Indonesia tersebut? Ia adalah Sjafruddin Prawiranegara, yang pernah menjabat sebagai Presiden Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada Desember 1948 hingga Juli 1949.

Sjafruddin Prawiranegara lahir di Serang, Banten, pada 28 Februari 1911. Panggilan akrabnya saat kecil Kuding. Ayah Sjafruddin berprofesi sebagai Jaksa. Namun jabatan ayahnya tersebut tak membuat Sjafruddin tertarik untuk mengikuti jejak ayahnya.

Sjafruddin dikenal sebagai sosok amanah yang memegang teguh kesetiaan kepada negaranya. Bahkan konon, ia tak membocorkan kebijakan penting Republik Indonesia kepada istrinya, Tengku Halimah.

Syafruddin diangkat menjadi Presiden saat terjadi Agresi Militer II yang dilancarkan Belanda pada 1948. Saat itu, Sjafruddin menjabat sebagai Menteri Kemakmuran, dan ditugaskan untuk mengambil alih pemerintahan Republik Indonesia, karena Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Moh. Hatta saat itu ditangkap oleh Belanda, maka pemerintah Indonesia memutuskan untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dari Bukittinggi pada 19 Desember 1948 - 13 Juli 1949.

Hingga pada 13 Juli 1949, Sjafruddin mengembalikan mandat sebagai Presiden Republik Indonesia kepada Presiden Soekarno.

Pasca menyerahkan kekuasaan PDRI, Sjafruddin menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri RI pada 1949 yang lalu diangkat lagi menjadi Menteri Keuangan pada 1949-1950. Saat menjabat sebagai Menteri Keuangan, ia membuat terobosan ‘Gunting Syafruddin’ dan ‘Sertifikat Devisa’ untuk mengatasi krisis.

Sosok Sjafruddin Prawiranegara sempat menjadi pegawai di salah satu radio swasta. Sjafruddin juga pernah menjadi petugas Departemen Keuangan, baik pada akhir penjajahan Belanda maupun saat Jepang menduduki Indonesia.
Setelah Indonesia merdeka, justru Sjafruddin menjabat di beberapa bidang penting. Tak main-main Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Wakil Perdana Menteri bahkan Perdana Menteri Indonesia.
Sjafruddin juga pernah menjabat sebagai Presiden Direktur De Javasche Bank (Bank Indonesia) pada 1951.

Sisi lain dari seorang Sjafruddin memang dikenal sebagai seorang sosok yang memiliki dua sisi yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, dia adalah salah satu tokoh kemerdekaan, namun sisi lain, Sjafruddin dikenal sebagai tokoh Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang sempat memberontak terhadap pemerintah.

Dikutip dari berbagai sumber

Editor : Redaksi