PAPUA BARAT - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kawasan Transmigrasi Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mulai didorong memperluas pemasaran melalui platform digital.
Tim Ekspedisi Patriot 18 Universitas Airlangga (UNAIR) mendampingi mereka memanfaatkan website Trans Niaga sebagai etalase untuk memperkenalkan produk lokal kepada konsumen yang lebih luas.
Baca juga: RLD dan Jamkrindo Bekali UMKM Surabaya Strategi Branding dan Pemasaran Digital
Pendampingan dilakukan melalui pelatihan penginputan data usaha dan produk ke laman transniaga.manokwarikab.go.id. Kegiatan berlangsung pada Sabtu (31/10/2026) di Manokwari Anggur atau Kebun Anggur, SP 4, Kampung Udapi Hilir.
Tim dipimpin Dr. Fatin Fadhilah Hasib, SE., M.Si., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR. Ia bekerja bersama lima anggota, yakni Haidar Afifudin Fawwaz, Titin Nurazizah, Muhammad Fikri Alfiansyah, Abdusyahid Naufal Fathullah, dan Anysa Puji Rahayu.
Program ini menyasar persoalan pemasaran yang selama ini dihadapi pelaku UMKM di kawasan transmigrasi. Keterbatasan akses terhadap pemasaran digital membuat produk lokal belum leluasa menjangkau konsumen di luar wilayah Prafi.
Fatin mengatakan, Trans Niaga disiapkan sebagai ruang promosi bagi pelaku usaha setempat. Melalui platform tersebut, produk unggulan Prafi dapat dikenal calon pembeli tanpa harus bergantung pada kedekatan lokasi.
“Kami ingin mendorong pelaku UMKM di Kawasan Transmigrasi Prafi agar tidak hanya mengandalkan pemasaran konvensional. Melalui Trans Niaga, produk unggulan lokal bisa diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas tanpa terkendala jarak,” ujar Fatin.
Beragam produk masyarakat, mulai dari olahan hasil bumi hingga kerajinan khas Papua Barat, dapat ditampilkan melalui platform tersebut.
Kehadiran etalase digital diharapkan membuka jalur pemasaran baru bagi pelaku usaha yang selama ini lebih banyak mengandalkan penjualan secara langsung.
Pendampingan tim tidak berhenti pada proses mengunggah produk. Pelaku UMKM juga mendapat pembekalan literasi digital, keamanan transaksi daring, pengisian informasi usaha, serta pencantuman kontak penjual.
“Pendampingan yang kami lakukan tidak sebatas membantu pelaku usaha mengunggah produk ke website. Kami juga memberikan pemahaman tentang literasi digital dan keamanan transaksi online agar mereka lebih siap memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usahanya,” jelasnya.
Baca juga: Sebelum Melabeli Mahasiswa Gen Z Apatis, Relevankah Organisasi Mahasiswa Hari Ini?
Bekal tersebut diharapkan membuat setiap pelaku usaha mampu mengelola lapak digital yang informatif dan mudah diakses calon pembeli. Pemahaman mengenai keamanan transaksi juga diperlukan agar aktivitas jual beli secara daring dapat berlangsung lebih aman.
Program Ekspedisi Patriot 18 UNAIR turut mendukung sejumlah target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Salah satunya tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, melalui perluasan peluang pemasaran, peningkatan potensi pendapatan, dan penguatan kemandirian ekonomi masyarakat.
Pengembangan Trans Niaga juga sejalan dengan SDGs tujuan ke-9 mengenai industri, inovasi, dan infrastruktur. Pemanfaatan website menjadi salah satu bentuk penerapan teknologi untuk mengatasi keterbatasan pemasaran konvensional di kawasan transmigrasi.
Dari sisi pemerataan, program tersebut mendukung SDGs tujuan ke-10 tentang pengurangan kesenjangan. Akses promosi digital diharapkan memberi kesempatan lebih setara bagi UMKM di wilayah pedesaan dan transmigrasi untuk memperkenalkan produk mereka.
Baca juga: Dosen UNAIR Padukan Ilmu Syariah dan Peternakan untuk Warga Jember
Kolaborasi perguruan tinggi dengan masyarakat lokal Kolaborasi lintas disiplin dan almamater tersebut di prakarsai oleh Kementerian Transmigrasi melalui program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) dalam program ini sekaligus mencerminkan SDGs tujuan ke-17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan.
Fatin berharap Trans Niaga dapat berkembang menjadi sarana pemasaran yang memberi manfaat langsung bagi pelaku usaha, bukan sekadar tempat memajang produk.
“Kami berharap Trans Niaga dapat menjadi wadah digital bagi UMKM lokal untuk memperluas pasar, meningkatkan peluang pendapatan, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Prafi,” tambahnya.
Melalui pendampingan berkelanjutan, Tim Ekspedisi Patriot 18 UNAIR ingin mendorong pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan pemasaran digital secara mandiri. Mengingat, keterbatasan akses pemasaran digital selama ini menjadi salah satu tantangan bagi produk lokal yang dihadapi pelaku UMKM di Kawasan Transmigrasi, khususnyadi Prafi, Manokwari Papua Barat.
Dengan akses yang lebih terbuka, produk unggulan Prafi diharapkan semakin dikenal dan memiliki peluang bersaing di pasar yang lebih luas.
Editor : Alim Perdana