PAMEKASAN – Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN), Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, menggelar Konferensi Internasional Lalonget ke-7 secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (28/10/2026).
Forum akademik bertema “Reconstructing Sustainable Civilization through Locality-Based Education, Language, and Literature” tersebut membahas peran pendidikan, bahasa, dan sastra berbasis kearifan lokal dalam membangun peradaban berkelanjutan di tengah arus modernisasi dan globalisasi.
Baca juga: UIN Madura Gelar Konferensi Internasional Bahas Konseling Holistik dan Kearifan Lokal
Konferensi ini menghadirkan empat pembicara dari Indonesia, Australia, Rusia, dan Sudan. Mereka adalah Prof. Dr. Drs. Suminto A. Sayuti dari Yogyakarta State University, Indonesia; Dr. John Charles Ryan, Ph.D. dari Southern Cross University, Australia; Ekaterina Egorova, instruktur Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dari IndInstructo, Rusia; serta Prof. Gareeb Allah Babiker Mustafa Babiker dari Omdurman Islamic University, Sudan.
Kehadiran para akademisi lintas negara tersebut membuka ruang pertukaran gagasan mengenai pengembangan pendidikan, pelestarian bahasa, dan penguatan sastra lokal sebagai bagian dari upaya membangun peradaban yang berkelanjutan.
Ketua Panitia Konferensi Internasional Lalonget ke-7, Sahrul Romadhon, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada para pembicara, pemakalah, dan peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Atas nama panitia, saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh pembicara, pemakalah, dan peserta yang telah bergabung dalam konferensi ini,” ujarnya.
Sahrul menjelaskan, tema yang diangkat menjadi ruang diskusi untuk menggali kontribusi pendidikan, bahasa, dan sastra lokal dalam menghadapi perubahan sosial serta perkembangan teknologi.
Menurutnya, kearifan lokal perlu terus dijaga dan dikembangkan agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi sekarang dan mendatang.
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Madura, Prof. Dr. Siswanto, M.Pd.I., yang hadir mewakili rektor, turut menekankan pentingnya pendidikan, bahasa, dan sastra berbasis kearifan lokal dalam merespons tantangan modernisasi dan globalisasi.
Dalam sambutannya, Siswanto menjelaskan bahwa pendidikan perlu berakar pada realitas sosial dan nilai-nilai lokal untuk membentuk karakter generasi muda. Bahasa memiliki peran dalam menjaga identitas budaya, sedangkan sastra menjadi sarana untuk menumbuhkan empati, merekam sejarah, serta membangun keharmonisan hubungan manusia dengan alam dan Sang Pencipta.
Ia berharap konferensi tersebut menghasilkan gagasan transformatif, rekomendasi konkret, kolaborasi penelitian, serta aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Wakil Dekan III FTIK UIN Madura, Dr. Fathol Haliq, M.Si.
Memasuki sesi utama, Hj. Kristanti Ayuanita, M.Pd., bertindak sebagai moderator untuk memandu pemaparan dua pembicara pertama. Sesi tersebut dilanjutkan dengan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menggali lebih dalam gagasan dan perspektif yang disampaikan.
Rangkaian berikutnya dipandu oleh moderator kedua, Irma Rachmayanti, M.Pd., yang memoderatori dua pembicara lainnya. Setelah pemaparan materi dan diskusi, konferensi berlanjut ke sesi presentasi paralel.
Usai istirahat pada pukul 12.00–13.00 WIB, para pemakalah mempresentasikan hasil penelitian dan kajian mereka mulai pukul 13.00 WIB. Presentasi berlangsung di sejumlah ruang diskusi yang masing-masing dipandu oleh moderator.
Melalui Konferensi Internasional Lalonget ke-7, Prodi TBIN UIN Madura berupaya memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat diskusi lintas negara mengenai pendidikan, bahasa, dan sastra berbasis kearifan lokal.
Forum tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif keilmuan, mendorong kolaborasi penelitian, serta menghasilkan pemikiran yang dapat diterapkan dalam pengembangan pendidikan dan pelestarian budaya untuk mendukung peradaban yang berkelanjutan. (*)
Editor : Amal Jaelani