BANYUWANGI – Suara musik pengiring tari terdengar di Bale Bengong, Kokoon Hotel Banyuwangi, setiap Selasa sore. Mulai pukul 16.30 hingga 17.00 WIB, tamu hotel dapat menyaksikan pertunjukan Gandrung sekaligus mencoba beberapa gerakan dasar tarian khas Banyuwangi tersebut.
Pertunjukan ini menjadi kesempatan bagi tamu untuk mengenal Gandrung secara lebih dekat. Tidak hanya melihat penari tampil, tamu juga dapat berinteraksi dan mengikuti gerakan yang diperagakan.
Baca juga: Mengenal Karakter Kopi Nusantara Lewat Coffee Lab Kopipedia di Kokoon Hotel Banyuwangi
Gandrung merupakan salah satu kesenian yang lekat dengan Banyuwangi. Tarian ini telah menjadi bagian dari berbagai kegiatan budaya di daerah tersebut dan dikenal luas sebagai salah satu kesenian yang merepresentasikan Banyuwangi.
Bagi wisatawan yang baru pertama kali datang ke Banyuwangi, pertunjukan di hotel dapat menjadi perkenalan dengan kesenian daerah sebelum mereka mengunjungi berbagai tempat dan mengikuti kegiatan budaya di luar hotel.
General Manager Kokoon Hotel Banyuwangi, Weni Kristanti, mengatakan kegiatan tersebut dibuat agar tamu tidak hanya mengenal Banyuwangi dari destinasi wisatanya.
“Kami ingin tamu yang datang ke Banyuwangi juga mengenal budayanya. Gandrung merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Banyuwangi. Karena itu, kami menghadirkannya di hotel agar tamu bisa melihat langsung, mengenal gerakannya, dan bahkan ikut mencoba,” kata Weni.
Menurut Weni, kesempatan untuk berinteraksi langsung menjadi hal penting dalam memperkenalkan kesenian tradisional kepada wisatawan. Pertunjukan yang berlangsung sekitar 30 menit itu dibuat dalam suasana yang lebih terbuka sehingga tamu dapat mengikuti kegiatan tanpa harus menjadi bagian dari acara khusus.
Baca juga: Kokoon Hotel Banyuwangi Kembali Gelar Donor Darah, Kumpulkan 60 Kantong Darah
“Harapannya, setelah melihat pertunjukan ini, tamu memiliki cerita lain tentang Banyuwangi yang bisa mereka bawa pulang. Bukan hanya tentang Ijen atau pantainya, tetapi juga tentang kesenian dan masyarakat yang menjadi bagian dari daerah ini,” ujar Weni.
Kegiatan tersebut digelar setiap Selasa sore di Bale Bengong, salah satu area terbuka di Kokoon Hotel Banyuwangi. Tamu yang menginap dapat menyaksikan pertunjukan secara langsung tanpa biaya tambahan.
Banyuwangi memang dikenal memiliki sejumlah kesenian tradisional yang masih hidup di tengah masyarakat. Selain Gandrung, daerah ini juga memiliki berbagai tradisi dan pertunjukan yang menjadi bagian dari agenda budaya dan pariwisata.
Keberadaan Gandrung di hotel menjadi salah satu cara untuk mempertemukan wisatawan dengan kesenian tersebut dalam suasana yang lebih dekat. Tamu tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mempelajari gerakan dasar dan mengenal cerita di balik tarian.
Bagi Kokoon Hotel Banyuwangi, kegiatan tersebut juga melengkapi sejumlah unsur lokal yang diperkenalkan kepada tamu selama menginap. Di dalam kamar, misalnya, tersedia beberapa produk UMKM khas Banyuwangi seperti kopi, bagiak, klemben, dan kue rumput laut yang dapat dicicipi tamu.
Dengan demikian, pengenalan terhadap Banyuwangi tidak hanya berlangsung ketika tamu meninggalkan hotel untuk menuju destinasi wisata. Seni pertunjukan dan produk lokal menjadi bagian dari hal-hal yang dapat ditemui tamu selama berada di hotel.
Pertunjukan Gandrung di Bale Bengong Kokoon Hotel Banyuwangi berlangsung setiap Selasa pukul 16.30-17.00 WIB.
Editor : Amal Jaelani