SURABAYA - Perusahaan tembakau asal Korea Selatan, KT&G (Korea Tomorrow & Global), resmi mengoperasikan pabrik rokok kedua dan ketiganya di Indonesia, tepatnya di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) pada, Selasa (6/10/2026).
Ekspansi tersebut menjadi bagian dari investasi sekitar US$453 juta atau setara Rp6,9 triliun untuk memperkuat kapasitas produksi KT&G di Indonesia sekaligus menopang kebutuhan pasar global.
Baca juga: Jawa Timur Dinobatkan Sebagai Daerah Peduli Iklim Investasi di Harmones14 KompasTV
Dengan beroperasinya dua pabrik baru tersebut total kapasitas produksi KT&G di Indonesia diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 35 miliar batang per tahun, dari sebelumnya sekitar 14 miliar batang.
Ekspansi KT&G di PIER juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Hingga saat ini, KT&G telah menyerap 459 pekerja lokal.
Pembangunan pabrik kedua dan ketiga diperkirakan nantinya mampu menciptakan sekitar 1.130 lapangan pekerjaan.
Kehadiran fasilitas baru tersebut juga diharapkan mendorong pertumbuhan industri pendukung dan aktivitas logistik di kawasan PIER.
Peresmian pabrik dihadiri CEO KT&G Bang Kyung Man, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soon Gu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, serta Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asriri.
Turut hadir jajaran Direksi PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), selaku pengelola kawasan PIER, yakni Direktur Utama Alif Abadi, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Jefri Ikhwan Maarif, serta Direktur Operasi Yohanes Deddy Setiawan.
CEO KT&G Bang Kyung Man mengatakan, peresmian dua pabrik baru tersebut merupakan bentuk pemenuhan komitmen perusahaan kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia.
“Hari ini kami menepati janji kami kepada pemerintah dan masyarakat dengan meresmikan pabrik kedua dan ketiga KT&G di PIER,” kata Bang.
Menurut Bang, keberadaan pabrik tidak semata-mata berkaitan dengan mesin, peralatan, maupun kapasitas produksi.
Lebih dari itu, keberadaan fasilitas industri harus memberikan ruang bagi manusia dan masyarakat untuk tumbuh bersama.
“Bagi kami, pabrik bukanlah soal peralatan, tetapi yang utama adalah manusia untuk berkembang bersama masyarakat Pasuruan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan total kapasitas produksi yang mencapai 35 miliar batang per tahun, fasilitas KT&G di Indonesia kini memiliki posisi strategis dalam jaringan bisnis global perusahaan.
Baca juga: Raih Mobil Listrik dan Gadget Mewah! Ikuti Carnaval 2025 dari Mandiri Sekuritas!
Pabrik di Indonesia akan menjadi salah satu pusat utama bisnis KT&G untuk menjangkau lebih dari 90 negara.
Khusus dua pabrik baru di PIER, kapasitas produksi hingga 21 miliar batang per tahun tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.
Peningkatan kapasitas ini tidak hanya memperbesar skala manufaktur KT&G di Indonesia, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global perusahaan.
KT&G merupakan perusahaan tembakau global asal Korea Selatan yang produknya telah dipasarkan di lebih dari 140 negara.
Di Indonesia, perusahaan tersebut antara lain dikenal melalui merek ESSE dan JUARA.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan, Jawa Timur memiliki posisi penting dalam industri tembakau nasional.
Menurutnya, kekuatan sektor tersebut menjadi salah satu modal bagi pengembangan industri berbasis tembakau di daerah.
Baca juga: PertaLife Insurance Raih Best Insurance 2025, Momentum 40 Tahun Perjalanan Transformatif
“Jawa Timur memang merupakan penghasil tembakau dan rokok terbesar di Indonesia, yakni lebih dari 51 persen secara nasional, dengan kontribusi pajak sebesar 135 triliun per tahun,” ujar Adhy.
Potensi tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu kekuatan yang dapat mendukung pengembangan industri tembakau sekaligus memperkuat ekosistem industri di Jawa Timur.
Sementara itu, Direktur Utama PT SIER Alif Abadi mengatakan, beroperasinya pabrik kedua dan ketiga KT&G di kawasan PIER menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
Investasi tersebut juga menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim investasi dan potensi pengembangan industri di Jawa Timur.
“Kami optimistis beroperasinya pabrik kedua dan ketiga KT&G ini akan memberikan dampak ekonomi yang positif, tidak hanya bagi kawasan industri, tetapi juga bagi Jawa Timur secara lebih luas. Investasi ini menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki iklim investasi yang semakin dipercaya oleh investor global,” kata Alif.
Menurutnya, kehadiran fasilitas produksi baru tersebut akan memberikan efek berganda bagi perekonomian, mulai dari penyerapan tenaga kerja, aktivitas industri pendukung, hingga peningkatan kebutuhan jasa logistik dan rantai pasok.
“Yang paling penting, investasi ini juga membuka peluang terciptanya lapangan pekerjaan baru dan menggerakkan berbagai sektor pendukung. Ini tentu menjadi kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat ekosistem industri di Jawa Timur,” pungkasnya.
Editor : Diday Rosadi