Mahasiswa KKN UTM Ikut Lestarikan Tradisi Petik Laut di Sumenep

Reporter : Muhammad Iffan Maulana
Mahasiswa KKN UTM Kelompok 36 berpartisipasi dalam Tradisi Petik Laut di Desa Kapedi, Sumenep. Foto/ Iffan Maulana

SUMENEP - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 36 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) turut ambil bagian dalam penyelenggaraan Tradisi Petik Laut di Dusun Biyan, Desa Kapedi, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. 

Keterlibatan mahasiswa menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya pesisir sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat selama masa pengabdian.

Baca juga: Persatuan Nelayan Dusun Baru, Desa Masalima Gelar Tradisi Petik Laut

Tradisi Petik Laut merupakan ritual tahunan masyarakat nelayan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil tangkapan laut dan keselamatan selama melaut. 

Warisan budaya yang telah berlangsung turun-temurun itu masih dipertahankan sebagai bagian dari identitas masyarakat pesisir di Desa Kapedi.

Rangkaian kegiatan dipersiapkan selama tiga hari melalui gotong royong warga. Sejak awal, masyarakat bersama mahasiswa KKN mendirikan terop, menyiapkan perlengkapan acara, hingga membantu memasak untuk kebutuhan peserta dan tamu yang hadir.

Hari kedua diisi dengan selamatan dan pembacaan Macopat yang dihadiri tokoh agama, perangkat desa, tokoh masyarakat, nelayan, serta warga sekitar. 

Doa bersama dipanjatkan agar pelaksanaan tradisi berjalan lancar sekaligus memohon keselamatan dan keberkahan bagi para nelayan.

Puncak acara ditandai dengan persiapan githek atau perahu kecil yang dihias dan diisi berbagai sesaji. Beragam sesaji tersebut melambangkan rasa syukur sekaligus harapan agar hasil laut tetap melimpah dan masyarakat pesisir selalu diberi keselamatan.

Prosesi kemudian diawali dengan doa bersama sebelum puluhan perahu nelayan berlayar menuju titik pelarungan. 

Baca juga: Mahasiswa KKN UTM Rayakan Hari Anak Sedunia Bersama Siswa SLB Keleyan Bangkalan

Masyarakat memadati bibir pantai, sementara sebagian lainnya mengikuti iring-iringan menggunakan perahu.

Setibanya di tengah laut, githek yang membawa sesaji dilarung sebagai simbol ungkapan syukur kepada Allah SWT sekaligus penghormatan terhadap tradisi leluhur yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. 

Setelah prosesi selesai, seluruh peserta kembali ke daratan untuk mengikuti pengajian sebagai penutup rangkaian kegiatan.

Selain menjadi wujud rasa syukur, Tradisi Petik Laut juga memperkuat kebersamaan masyarakat melalui semangat gotong royong yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari tokoh agama, perangkat desa, nelayan, pemuda, hingga mahasiswa KKN. 

Baca juga: Kembangkan Potensi Desa, Mahasiswa KKN UTM Olah Bawang Merah Mentah Menjadi Bawang Goreng Siap Saji

Tradisi tersebut juga dinilai memiliki potensi sebagai daya tarik wisata budaya yang dapat mendukung perekonomian masyarakat setempat.

Melalui partisipasi dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 36 UTM berharap Tradisi Petik Laut tetap terjaga sebagai warisan budaya masyarakat pesisir. 

Kehadiran generasi muda dalam kegiatan adat diharapkan mampu menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

 

Editor : Alim Perdana

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru