BANGKALAN - Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terus memperkuat komitmennya dalam menjawab kebutuhan zaman melalui pengembangan keilmuan berbasis keislaman.
Upaya tersebut ditunjukkan dalam kegiatan asesmen lapangan Program Studi Magister Ekonomi Syariah Fakultas Keislaman yang digelar pada Jumat.
Baca juga: Momentum Setelah Idul Fitri dan Makna Halal Bi Halal, Antara Kejujuran Hati dan Pencitraan Sosial
Asesmen menghadirkan sejumlah pihak, di antaranya Tulus Suryanto dan Misbahul Munir sebagai asesor, serta Sahiron Syamsuddin yang menjabat Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI.
Dekan Fakultas Keislaman UTM, Abdur Rohman, menyampaikan bahwa asesmen ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, integratif, dan relevan dengan perkembangan ekonomi syariah yang kian strategis.
Sementara itu, Rektor UTM, Prof. Safi, menegaskan bahwa penguatan satu program studi saja tidak cukup.
Menurutnya, UTM, khususnya Fakultas Keislaman, harus mampu merespons dinamika kebutuhan masyarakat melalui pengembangan program studi baru berbasis keislaman.
Baca juga: Kisah Haru, Mahasiswi UTM Bangkalan Lulus dan Wisuda Ditemani Foto Almarhum Ayahnya
Prof. Safi menyebutkan, saat ini tengah dipersiapkan pembukaan sejumlah program studi baru dengan target empat program studi dapat dibuka pada tahun ini.
“Pengembangan ini menjadi bagian dari strategi besar UTM dalam memperluas kontribusi akademik sekaligus memperkuat posisi sebagai pusat pengembangan keilmuan keislaman yang adaptif dan berdaya saing,” terangnya, Sabtu (11/4/2026).
Dalam arahannya, Sahiron Syamsuddin menekankan bahwa asesmen lapangan harus menjadi momentum refleksi dan penguatan mutu, bukan sekadar formalitas administratif. Hal serupa disampaikan Tulus Suryanto yang menyoroti pentingnya objektivitas dan transparansi dalam proses penilaian.
Baca juga: HBS Fakultas Keislaman UTM Gelar Kuliah Praktisi, Kupas Jaminan dalam Turats Fikih Klasik Nusantara
Rangkaian asesmen meliputi penelaahan dokumen, diskusi akademik, hingga penandatanganan berita acara sebagai bagian dari evaluasi komprehensif.
Melalui proses ini, UTM berupaya tidak hanya memenuhi standar, tetapi juga membangun fondasi kuat bagi pengembangan pendidikan tinggi keislaman yang berkelanjutan.
Langkah ini sekaligus menegaskan kesiapan UTM untuk berperan aktif dalam membentuk arah masa depan ekonomi dan keilmuan syariah di Indonesia.
Editor : Amal Jaelani