Pelatihan MUA di Blitar Kian Diminati, LKP Mandiri Buka Peluang Kerja Lewat Keterampilan Siap Pakai

Reporter : AM Lukman J
Salah satu kegiatan Pelatihan MUA yang digelar oleh LKP Mandiri Blitar, Jawa Timur. Foto: Akun Instagram @lkpmandiri_

BLITAR – Dunia kecantikan terus menunjukkan geliat yang menjanjikan sebagai sektor ekonomi kreatif. Di tengah tren tersebut, kehadiran lembaga kursus dan pelatihan (LKP) menjadi salah satu pintu masuk bagi masyarakat untuk memperoleh keterampilan praktis sekaligus membuka peluang kerja baru.

LKP sebagai bagian dari pendidikan non-formal di bawah naungan Dinas Pendidikan, kini semakin diminati karena menawarkan pembelajaran berbasis keterampilan dalam waktu relatif singkat.

Program yang dirancang pun menyesuaikan kebutuhan pasar, sehingga lulusannya diharapkan siap terjun langsung ke dunia kerja atau membuka usaha mandiri.

Salah satu lembaga yang berkembang di Blitar Raya adalah LKP Mandiri. Lembaga ini telah terakreditasi dan berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi. Dengan dua cabang utama di wilayah Garum (Tawangsari) dan Sanankulon, LKP Mandiri menjadi rujukan bagi masyarakat yang ingin menekuni profesi di bidang kecantikan.

Beragam program ditawarkan, mulai dari kelas Self Makeup seperti Korean Look, Glam Makeup, hingga Everyday Look, sampai pelatihan profesional seperti tata rias pengantin. Selain itu, kebutuhan jasa lain seperti hair-do dan hijab-do juga mulai diakomodasi seiring meningkatnya permintaan pasar.

“Lembaga kursus ini sudah resmi dinaungi Kemendikbud. Semua program yang ada di lembaga disesuaikan dengan kurikulum ter-update,” ujar Pembina LKP Mandiri, Gandes Nurseto, saat di konfirmasi Ayojatim.com, Sabtu (4/4/2026).

Tidak hanya berfokus pada pelatihan, keberadaan LKP juga berkontribusi dalam pembukaan lapangan kerja.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan, program pelatihan vokasi non-formal mampu meningkatkan peluang kerja peserta hingga 60–80 persen, baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun wirausaha mandiri.

Di sektor kecantikan, peluang ini semakin terbuka lebar. Permintaan jasa make-up artist (MUA) untuk berbagai acara seperti pernikahan, wisuda, hingga konten digital terus meningkat.

Tak sedikit juga lulusan LKP yang kemudian membuka jasa rias sendiri, bekerja sama dengan wedding organizer, atau bergabung dengan industri kreatif lokal.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis keterampilan bukan hanya alternatif pendidikan, tetapi juga solusi konkret dalam menekan angka pengangguran.

Dengan waktu belajar yang fleksibel dan materi yang aplikatif, LKP mampu menjembatani kebutuhan industri dengan kesiapan tenaga kerja.

Di Blitar, geliat ini terasa nyata. Kelas-kelas pelatihan yang terus dibuka menunjukkan tingginya minat masyarakat, terutama generasi muda, untuk memiliki keahlian yang cepat menghasilkan.

Ke depan, peran LKP diprediksi akan semakin strategis, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan non-formal, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi lokal berbasis keterampilan.

Editor : Amal Jaelani

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru