Pilkades E-Voting Relevan Dilaksanakan di Kabupaten Sidoarjo

Reporter : Diday Rosadi
Lilies Pratiwining Setyarini, S.Hub. Int, M.IP, Peneliti Humanis Strategic. foto: istimewa.

SURABAYA - Electronic Voting atau E-Voting untuk konteks pemilihan kepala desa (Pilkades) di Jawa Timur sangat relevan dilakukan. Termasuk di momentum Pilkades yang paling dekat di Kabupaten Sidoarjo, yang pada bulan Mei nanti akan menggelar 80 pilkades secara serentak.

Lilies Pratiwining Setyarini, peneliti dari Humanis Strategic mengungkapkan, Kabupaten Magetan pernah punya pengalaman melaksanakan Pilkades E-Voting pada 2019 serta 2023, dan tergolong berhasil.

Namun yang perlu ditekankan disini adalah E-Voting tidak hanya dilihat sebagai inovasi teknis semata, tetapi juga dilihat dari isu tentang integritas dari pemilihan. 

"Ada beberapa poin disini yaitu E-Voting pilkades sebagai inovasi demokrasi tingkat lokal yang dapat meningkatkan efisiensi, aksesibilitas dan partisipasi, terutama bagi pemilih di daerah terpencil. Jadi sistem ini cocok di desa urban seperti Sidoarjo atau pun yang tergolong pelosok, seperti Magetan," kata Lilies, Kamis (2/4/2026).

Alumnus pascasarjana Unair ini mengingatkan tentu ada resiko yang harus diminimalisir terhadap integritas pemilihan. Ia mencontohkan diantaranya potensi kecurangan digital, misalnya hacking dan manipulasi data.

Karena itu, ia melanjutkan, dibutuhkan peran pemerintah untuk memperkuat kapasitas institusional yaitu memiliki lembaga Pilkades yang konsisten dan kuat dalam hal pengawasan, transparansi proses dan akuntabilitas. Tanpa institusi yang kuat, E-Voting justru membuka ruang delegitimasi. 

"Dan yang paling penting adalah menjaga kepercayaan publik. Bagaimana menciptakan pemilihan yang berintegritas melalui E-Voting, salah satunya dengan proses sosialisasi yang kuat dan masif. Karena jika publik meragukan sistemnya, legitimasi pemilihan akan terganggu," urai mantan Komisioner Bawaslu Surabaya itu.

Sementara itu, Konsultan IT dari Bentang Inspirasi Teknologi, Aganda Armen menyebut ada sejumlah keunggulan pilkades dilaksanakan secara digital atau e-vote. Diantaranya menghemat biaya APBD yang saat ini sedang tahap efisiensi anggaran. Selain itu e-vote mudah diaplikasikan oleh seluruh kalangan dan segala umur.

Ganda mengaku pihaknya punya pengalaman dalam pelaksanaan E-Voting pada Pilkades tahun 2025 di Kabupaten Indramayu dan kabupaten Karawang. Kedua Pilkades dengan sistem E-Voting tersebut berjalan lancar.

"Bulan Mei nanti, Kabupaten Sidoarjo akan menggelar Pilkades di 80 desa. Saya kira ini momentum bagus untuk mengaplikasikan Pilkades dengan sistem E-Voting," pungkasnya.

Editor : Diday Rosadi

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru