Dekan Fakultas Keislaman UTM Sampaikan Sembilan Nasihat pada Pelantikan Akbar Ormawa

Reporter : AM Lukman J
Pelantikan akbar Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dalam suasana khidmat dan penuh semangat kaderisasi, Minggu (1/3/2026). Foto: Dok-Fakultas Keislaman UTM

BANGKALAN — Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura menggelar pelantikan akbar Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dalam suasana khidmat dan penuh semangat kaderisasi.

Kegiatan tersebut menjadi momentum peneguhan komitmen kepemimpinan mahasiswa di lingkungan fakultas.

Baca juga: Ramadhan dan Etika Produksi, Membumikan Industri Berbasis Takwa di Tengah Tantangan Ekonomi Nasional

Dekan Fakultas Keislaman UTM, Dr. Abdur Rohman, S.Ag., M.E.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa kepemimpinan mahasiswa merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan integritas, kesungguhan, serta tanggung jawab spiritual.

“Orang mendapat amanah itu berat, tetapi lebih berat lagi mempertahankan dan menunaikannya dengan istiqamah,” tegasnya di hadapan para pengurus yang dilantik, Minggu, (1/3/2026).

Ia menekankan bahwa sembilan nasihat yang disampaikannya bukan sekadar pesan moral, melainkan amanah yang wajib dijalankan dan dipertanggungjawabkan, baik secara organisatoris maupun secara spiritual.

Sebagai penguatan, ia mengutip firman Allah Swt. dalam QS. Al-Ahzab ayat 72 tentang beratnya amanah yang ditawarkan kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, namun dipikul oleh manusia. Ia juga mengingatkan QS. An-Nisa ayat 58 mengenai kewajiban menunaikan amanah kepada yang berhak.

Dalam arahannya, Dr. Abdur Rohman menyampaikan sembilan pedoman kepemimpinan mahasiswa.

Pertama, meluruskan niat sebagai ibadah dan pengabdian, merujuk pada hadis Nabi Muhammad Saw., “Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.”

Kedua, menjaga integritas dan akhlak dengan berpegang pada nilai kejujuran sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Ahzab ayat 70.

Ketiga, memperkuat tradisi intelektual dengan semangat “Iqra’” (QS. Al-‘Alaq ayat 1), menjadikan organisasi sebagai pusat diskusi dan literasi.

Baca juga: Fakultas Keislaman UTM Madura Perkuat Ekspansi Akademik, Konsolidasi ke DIKTIS Kemenag RI

Keempat, responsif terhadap kebutuhan organisasi dan masyarakat kampus melalui semangat amar ma’ruf nahi munkar (QS. Ali Imran ayat 110).

Kelima, membangun profesionalisme dan tata kelola yang baik dengan prinsip itqan, yakni bekerja secara sungguh-sungguh dan profesional.

Keenam, memperkuat budaya literasi dan menulis. Ia mengutip ungkapan hikmah yang dinisbatkan kepada Al-Ghazali, “Jika engkau bukan anak raja dan bukan pula anak ulama, maka menulislah.” Spirit ini, menurutnya, sejalan dengan ajaran Al-Ghazali dalam Ihya Ulum al-Din tentang keutamaan ilmu yang abadi.

Ketujuh, memanfaatkan teknologi secara produktif dan bermartabat dengan prinsip tabayyun (QS. Al-Hujurat ayat 6).

Kedelapan, membangun kaderisasi berkelanjutan dengan semangat musyawarah (QS. Asy-Syura ayat 38).

Baca juga: Puasa dan Disiplin Finansial dalam Perspektif Ekonomi Islam

Kesembilan, menjaga keseimbangan antara akademik dan organisasi agar prestasi ilmiah tetap menjadi prioritas utama.

Adapun sembilan organisasi yang dilantik meliputi Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Hukum Islam (Himahisya), Himpunan Mahasiswa Ekonomi Syariah (Himaesya), Dzik n Fikr, Porfik, Smart, Semar, serta Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), masing-masing dengan pasangan ketua dan wakil ketua terpilih.

Menutup sambutannya, Dr. Abdur Rohman berharap kepengurusan Ormawa yang baru mampu menghadirkan kepemimpinan Qur’ani yang berintegritas, profesional, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan Fakultas Keislaman UTM dan masyarakat kampus secara luas.

Pelantikan ditutup dengan doa bersama sebagai simbol komitmen spiritual dalam menjalankan amanah organisasi.

Editor : Amal Jaelani

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru