Optimalkan Bisnis di Era Digital, Pahami Dulu Istilah Penting dalam Digital Marketing

Reporter : AM Lukman J
Mas ZAR (baju merah) saat mendampingi tim digital salah satu perusahaan untuk Mentoring & Pengarahan. Foto: Dok-ZAR/Ayojatim

SURABAYA – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, strategi digital marketing kini menjadi tulang punggung pertumbuhan bisnis modern. Berbagai kampanye iklan dan promosi daring terus digencarkan perusahaan untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan penjualan.

Namun, di balik strategi tersebut, terdapat sejumlah istilah teknis yang wajib dipahami pelaku usaha agar pemasaran berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.

Baca juga: Hikayat Ludah di Penghujung Tahun 2025

Hal itu disampaikan Zarnuzi Fustanul atau Mas ZAR, yang merupakan dosen media sosial sekaligus CEO Media BAIK, yang saat ini fokus membantu perusahaan lokal dan nasional membangun budaya digital secara internal.

“Banyak perusahaan memiliki potensi besar, tetapi belum membangun sistem digital yang terintegrasi di dalam tim,” ungkapnya, Rabu, (25/2/2026).

Menurutnya, transformasi digital bukan sekadar mengejar viralitas sesaat, melainkan membangun sistem yang mampu tumbuh secara konsisten dan berkelanjutan.

“Bukan hanya mengandalkan satu divisi marketing, tetapi mengaktifkan seluruh tim sebagai bagian dari ekosistem penjualan,” tambahnya.

Berikut beberapa istilah penting dalam dunia digital marketing yang perlu diketahui:

1. ROAS (Return on Ad Spend)

ROAS merupakan metrik yang digunakan untuk mengukur efektivitas belanja iklan. Angka ini menunjukkan seberapa besar pendapatan yang dihasilkan dari setiap rupiah yang dikeluarkan untuk iklan. Semakin tinggi ROAS, semakin efektif kampanye tersebut dalam menghasilkan keuntungan.

2. CAC (Customer Acquisition Cost)

Baca juga: Syukur Pangkal Bahagia, Tidak Syukur Bakal Menderita

CAC adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh satu pelanggan baru. Perhitungan ini mencakup biaya pemasaran, promosi, hingga operasional tim penjualan. Memahami CAC membantu perusahaan memastikan bahwa biaya akuisisi tidak lebih besar dari nilai keuntungan pelanggan.

3. Conversion Rate

Conversion rate atau tingkat konversi mengukur persentase pengunjung yang melakukan tindakan tertentu, seperti membeli produk, mendaftar, atau mengisi formulir. Tingginya conversion rate menandakan strategi pemasaran dan tampilan platform digital berjalan optimal.

4. Traffic

Traffic merujuk pada jumlah pengunjung yang mengakses sebuah situs web atau platform digital. Traffic yang tinggi menjadi indikator meningkatnya minat dan jangkauan audiens terhadap suatu brand atau produk.

Baca juga: Strategi Mas ZAR Dongkrak Omset OSB hingga Miliaran, Bisnis Keluarga Ustadz Abdul Somad Melaju Kencang

5. AOV (Average Order Value)

AOV adalah rata-rata nilai transaksi yang dilakukan pelanggan dalam satu kali pembelian. Meningkatkan AOV dapat dilakukan melalui strategi bundling produk, promo pembelian minimum, atau rekomendasi produk tambahan.

Mas ZAR yang juga merupakan pengamat pemasaran digital menilai, pemahaman terhadap metrik-metrik tersebut sangat penting agar pelaku usaha tidak hanya fokus pada peningkatan penjualan semata, tetapi juga pada efisiensi biaya dan keberlanjutan bisnis.

Dengan analisis data yang tepat, digital marketing bukan sekadar strategi promosi, melainkan instrumen pengambilan keputusan berbasis kinerja.

Dan, di era persaingan bisnis yang semakin kompetitif, kemampuan membaca dan mengelola metrik digital menjadi keunggulan tersendiri bagi perusahaan yang ingin terus tumbuh dan relevan.

Editor : Amal Jaelani

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru