TULUNGAGUNG – Di tengah dorongan pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional, ternyata hal tersebut juga memunculkan beberapa sosok anak muda desa yang inspiratif, dengan segala upaya mereka ikut berkontribusi untuk program tersebut.
Salah satunya adalah seorang Muhamad Yusuf, atau yang dikenal sebagai Yusuf Peternak, yang menjadi salah satu role model anak muda sukses di Desa Bendiljati Kulon, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung.
Baca juga: Kinerja Pemprov Jatim Bidang Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesejahteraan Petani
Yusuf Pertenak sukses mengelola budidaya ikan patin dan gurami dengan populasi mencapai ratusan ribu ekor dan omset hingga ratusan juta rupiah.
Program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah saat ini memang tak hanya soal beras dan pertanian. Juga termasuk sektor perikanan sebagai sumber protein masyarakat, seperti upaya yang dilakukan Yusuf Peternak.
Hal tersebut sekaligus menjadi contoh nyata sebuah kontribusi kaum muda dari nilai dan semangat yang kerap disampaikan oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, bahwa Anak muda harus menjadi motor penggerak sektor pangan.
Karena sektor Pertanian, peternakan, dan perikanan adalah masa depan ekonomi bangsa.
Selain rupiah, upaya Yusuf Peternak menjadikannya sebagai sosok pengusaha muda dari desa yang berkontribusi langsung terhadap penguatan ketahanan pangan berbasis desa, di sektor perikanan.
Melalui kolam-kolam budidaya yang dikelola secara sistematis, Yusuf memastikan produksi ikan patin dan gurami berjalan stabil dalam setiap siklus. Skala ratusan ribu ekor menjadikannya salah satu pelaku usaha perikanan desa dengan kapasitas besar di wilayahnya.
Langkah Yusuf juga selaras dengan visi pembangunan desa yang sering digaungkan pemerintah.
Baca juga: PT SGN dan TNI AU Bersama Perkuat Ketahanan Pangan lewat Tanam Raya Tebu
Abdul Halim Iskandar, Mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) periode 2019-2024, juga pernah menyampaikan bahwa desa harusnya memang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Karena anak muda harus tetap membangun usaha di desa, anak muda harusnya tidak perlu meninggalkan kampung halaman untuk sukses.
Dan bagi seorang Yusuf, justru dari desa dengan upaya yang maksimal dengan sumberdaya yang ada, dirinya akhirnya justru mampu menciptakan lapangan kerja, serta menggerakkan ekonomi lokal, dan memperkuat rantai pasok pangan.
Ditengah modernisasi, Yusuf mampu mematahkan stigma menjadi petani, peternak hanyalah pilihan kedua. Ia justru mampu menunjukkan bahwa dengan fokus dan konsisten, serta berbekal manajemen profesional dengan skala produksi besar, usaha budidaya ikan juga bisa menghasilkan omset ratusan juta rupiah. Bahkan, itu dari desa.
Baca juga: Ditreskrimsus Polda Jatim Gelar Pasar Murah, 2 Ton Beras Subsidi Ludes dalam 1 Jam
"Karena saat ini, masih ada stigma bahwa menjadi peternak atau pembudidaya ikan adalah pilihan kedua," tegasnya.
Yusuf Peternak kini menjadi contoh nyata bahwa sektor perikanan desa bukan hanya bertahan, tetapi bisa tumbuh agresif dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.
Muhammad Yusuf akhirnya bukan sekadar menjadi peternak ikan. Sosoknya seoalah menjadi rule model generasi muda desanya, karena berani mengambil peran strategis di sektor sosial dan ekonomi di tengah masyarakat desa.
Dan, Muhammad Yusuf mengambil peran dalam hal ketahanan pangan Indonesia dan mengirim pesan kuat nagi anak muda lainnya di Indonesia, bahwa "Ketahanan pangan dimulai dari desa. Dan anak muda adalah kuncinya".
Editor : Amal Jaelani