Pecah, Ning Lia Lantunkan Syair Tauhid Allahul Kafi di Depan Ratusan Santri Roudlotul Ulum

Reporter : Diday Rosadi
Ning Lia melantunan syair tauhid Allahul Kafi yang sarat makna di depan ratusan santri Santri Roudlotul Ulum, Wirogunan, Kota Pasuruan. foto: dok/B59.

KOTA PASURUAN – Suasana Haflah Imtihan dan wisuda santri di Roudlotul Ulum, Wirogunan, Selasa (17/2/2026), mendadak bergemuruh.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama menantang para santri melantunkan sholawat dengan suara paling lantang.

Di hadapan para wali santri, tokoh agama, dan undangan, Ning Lia—sapaan akrabnya—memulai dengan lantunan syair tauhid Allahul Kafi yang sarat makna. Ratusan santri langsung mengikuti dengan suara kompak, memenuhi aula dengan gema sholawat.

“Allahul Kaafi rabbunal kaafi,
Qashadnal kaafi wajadnal kaafi, Likulli kaafi kafaanal kaafi, Wa ni’mal kaafii alhamdulillah, Hasbunallahu wa ni’mal wakiil, Ni’mal maulaa wa ni’man nashiiru.”

Setelah itu, Lia menaikkan tensi suasana. Ia meminta para santri mengulang syair tersebut dengan suara paling keras dan penuh percaya diri. “Allahu ya kafi rabbal kafi!” serunya menyemangati.

Suasana pecah, aula pun riuh. Teriakan para santri bersahut-sahutan. Tepuk tangan dan gelak tawa pecah, menciptakan suasana wisuda yang hangat dan penuh energi.

Menurut Lia, tantangan bersholawat lantang bukan sekadar hiburan. Itu adalah cara sederhana membangun mental keberanian anak sejak dini.

“Anak-anak harus berani bersuara, berani tampil, dan tidak takut mengekspresikan diri. Dari sinilah kepercayaan diri dan jiwa kepemimpinan mereka tumbuh,” ujarnya.

Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif versi Forkom Jurnalis Nahdliyin ini menegaskan, pendidikan tidak selalu harus serius dan kaku. Metode yang menyenangkan justru lebih efektif menanamkan nilai dan karakter.

Sebagai bentuk apresiasi, Lia memberikan hadiah kepada santri yang paling lantang dan penuh semangat saat melantunkan sholawat. Para wali santri tampak bangga melihat anak-anak mereka tampil percaya diri di depan publik.

Sholawat Allahul Kafi yang dilantunkan mengandung pesan kuat tentang tauhid dan tawakal: bahwa Allah adalah Dzat yang mencukupi, pelindung, dan penolong terbaik dalam setiap keadaan.

Nilai itu, kata Lia, penting ditanamkan sejak dini agar santri tumbuh menjadi pribadi yang kuat iman, optimis, dan berani menghadapi masa depan

Haflah Imtihan di Roudlotul Ulum tahun ini tidak hanya menjadi seremoni kelulusan, tetapi juga momentum membangun karakter, spiritualitas, dan kepercayaan diri generasi muda.

“Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang yakin kepada Allah, berani melangkah, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Diday Rosadi

Wisata dan Kuliner
Berita Populer
Berita Terbaru