SURABAYA – Di tengah maraknya narasi kesuksesan instan, David Lim justru memilih jalan berbeda. Pengusaha muda asal Surabaya ini dikenal membangun bisnis secara bertahap, konsisten, dan berorientasi jangka panjang—sebuah pendekatan yang merepresentasikan wajah entrepreneur milenial yang realistis dan matang.
Lahir dan besar di Surabaya, David Lim memandang dunia usaha bukan sekadar soal keuntungan, melainkan proses pembentukan karakter dan tanggung jawab. Prinsip tersebut ia pegang sejak awal merintis karier hingga kini menjabat sebagai Owner dan CEO Vorgant Interior, bisnis yang dibangunnya dari nol bersama pasangan hidupnya.
“Saya tidak lahir dari keluarga berada. Semua yang saya bangun hari ini adalah hasil proses panjang, kegagalan, dan kerja keras,” ujar David Lim.
Perjalanan merintis usaha dari keterbatasan membentuk gaya kepemimpinannya yang tenang namun tegas. David terlibat langsung dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan tim, dengan keyakinan bahwa pemimpin harus siap bertanggung jawab atas setiap risiko.
“Memimpin bukan soal terlihat paling depan, tapi tentang kesiapan bertanggung jawab saat keadaan tidak berjalan sesuai rencana,” katanya.
Di tengah kesibukan bisnis, David Lim dikenal gemar membaca buku bertema bisnis dan pengembangan diri. Ia menilai literasi berperan penting dalam membangun pola pikir jangka panjang dan membantu pengusaha muda mengambil keputusan secara lebih matang.
Selain itu, David juga menempatkan keluarga sebagai pusat kehidupannya. Ia menyebut istri dan anak sebagai sumber energi utama yang menjaga keseimbangan antara kehidupan profesional dan pribadi.
“Bisnis bisa naik turun, tapi keluarga adalah alasan utama saya memulai semuanya,” tuturnya.
Melalui media sosial Instagram @david.lim_, David Lim aktif membagikan pemikiran reflektif seputar bisnis, kepemimpinan, dan pengembangan diri. Konten yang ia hadirkan lebih menekankan proses dan nilai, bukan sekadar pencapaian.
Dengan pendekatan tersebut, David Lim kian dikenal sebagai tokoh muda Surabaya yang menempuh jalan sunyi sebagai entrepreneur milenial yang bertumbuh pelan, namun konsisten.
Editor : Amal Jaelani