SURABAYA – Daewoong Pharmaceutical Indonesia resmi meluncurkan terapi kombinasi dosis tetap (fixed-dose combination/FDC) untuk pengobatan dislipidemia di Surabaya. Setelah sebelumnya diperkenalkan di Jakarta, kehadiran terapi ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses solusi pengelolaan kolesterol bagi pasien berisiko tinggi di Jawa Timur, wilayah dengan prevalensi diabetes yang tergolong tinggi.
Peluncuran tersebut dikemas dalam “Dyslipidemia Treatment Surabaya Regional Launch Symposium” yang digelar di Novotel Surabaya dan dihadiri lebih dari 100 tenaga medis dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Forum ilmiah ini menyoroti tantangan pengendalian kolesterol LDL-C serta membahas pendekatan terapi berbasis mekanisme ganda melalui kombinasi Ezetimibe dan Rosuvastatin.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 Kementerian Kesehatan RI, prevalensi diabetes di Indonesia mencapai 11,7%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 10,6%. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, khususnya pada pasien dengan dislipidemia yang tidak terkontrol secara optimal.
Endokrinolog RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Dr. dr. Soebagijo Adi, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, FACP, menegaskan bahwa pasien diabetes memiliki risiko kardiovaskular yang jauh lebih tinggi sehingga memerlukan strategi pengelolaan kolesterol yang lebih ketat.
“Pada banyak kasus, monoterapi statin belum cukup untuk mencapai target LDL-C. Terapi kombinasi sejak dini yang bekerja menghambat sintesis dan absorpsi kolesterol menjadi solusi penting dalam menurunkan risiko komplikasi kardiometabolik,” ujarnya, Minggu (1/2/2026).
Pandangan senada disampaikan Dr. dr. Suryono, Sp.JP (K), FIHA, Ketua PERKI Surabaya, yang menilai bahwa terapi dislipidemia berbasis kombinasi dosis rendah dapat menjawab tantangan praktik klinis sehari-hari yang kerap menghadapi kasus kolesterol tidak terkontrol.
Efektivitas Terapi Kombinasi sebagai Solusi Klinis
Terapi dislipidemia dari Daewoong mengombinasikan Rosuvastatin, yang menekan produksi kolesterol di hati, dan Ezetimibe, yang menghambat penyerapan kolesterol di usus halus. Kombinasi ini terbukti memberikan penurunan LDL-C yang lebih optimal dibandingkan monoterapi, dengan profil keamanan yang tetap terjaga.
Kepala Divisi Kardiologi dan Kedokteran Vaskular RSUD Dr. Soetomo, Prof. Dr. dr. Yudi Her Oktaviono, Sp.JP (K), FIHA, mengungkapkan bahwa sekitar 91,5% pasien penyakit jantung koroner di Indonesia belum mencapai target LDL-C untuk kategori risiko sangat tinggi.
“Terapi kombinasi sejak dini dengan efektivitas yang telah terbukti menjadi solusi rasional untuk menjembatani kesenjangan terapi dan memperbaiki prognosis pasien secara signifikan,” jelasnya.
Sebagai bagian dari solusi komprehensif, Daewoong menghadirkan tiga pilihan dosis, yakni 10/5 mg, 10/10 mg, dan 10/20 mg, termasuk dosis rendah 10/5 mg yang pertama di Indonesia. Variasi dosis ini memungkinkan dokter menyesuaikan terapi secara lebih presisi berdasarkan profil risiko kardiovaskular pasien.
Formulasi satu tablet juga diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan, terutama pada pasien dengan risiko tinggi dan riwayat konsumsi obat jangka panjang.
Direktur Daewoong Pharmaceutical Indonesia, Baik In Hyun, menyatakan bahwa peluncuran di Surabaya merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung sistem kesehatan nasional.
“Kami berupaya menghadirkan solusi terapi berbasis bukti ilmiah yang relevan dengan kebutuhan klinis di daerah. Daewoong akan terus bekerja sama dengan komunitas medis sebagai mitra dalam pencegahan penyakit kardiovaskular dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” tutupnya.
Editor : Amal Jaelani